Kastel Shimabara (島原城code: ja is deprecated , Shimabara-jō), juga dikenal sebagai Kastel Moritake (森岳城code: ja is deprecated , Moritake-jō) dan Kastel Takaki (高来城code: ja is deprecated , Takaki-jō), adalah sebuah kastel Jepang yang terletak di Shimabara, bekas Provinsi Hizen, Kyushu (sekarang Prefektur Nagasaki). Bangunan putih dengan lima lantai ini sangat kontras dengan Kastel Kumamoto yang berwarna hitam di Prefektur Kumamoto yang bertetangga.
Gambaran umum
Kastel Shimabara menghadap Laut Ariake di kaki Gunung Unzen. Kastel ini berjenis kastel dataran rendah (平城code: ja is deprecated , Hirajiro) dengan dinding yang saling terhubung berbentuk persegi panjang, dengan dinding batu yang tinggi. Parit luar, berkedalaman sekitar 15 meter dan lebar antara 30–50 meter, membentang sejauh 360 meter dari timur ke barat dan 1260 meter dari utara ke selatan, dengan area yang dikelilingi dibagi menjadi tiga halaman. Temboknya membentang sepanjang 3900 meter dan memiliki 16 yagura dengan berbagai ukuran di titik-titik penting. Tenshu utama memiliki lima lantai, dengan tinggi 33 meter, dan terhubung ke dua tenshu sekunder. Dari segi skala, ukurannya jauh lebih besar dari biasanya untuk seorang daimyo dengan pendapatan hanya 40.000 koku.
Sejarah
Klan Kirishitan Arima, yang memerintah Semenanjung Shimabara sejak akhir zaman Muromachi dari Kastel Hinoe dan Hara, dipindah ke Domain Nobeoka pada tahun 1616 oleh Keshogunan Tokugawa. Peran keluarga Arima sebagai penguasa Shimabara digantikan oleh Matsukura Shigemasa sebagai penghargaan atas jasanya dalam Pengepungan Osaka. Hal ini terjadi tak lama setelah pemerintah keshogunan melarang agama Kristen sejak tahun 1614 dan Matsukura secara ketat menegakkan larangan terhadap agama tersebut melalui eksekusi massal. Pada tahun 1618, ia memulai pembangunan Kastel Shimabara melalui kerja paksa. Pembangunan menghadapi kesulitan karena tanah lava yang gembur di lokasi tersebut menimbulkan masalah dalam menopang berat dinding batu, dan pembangunan memakan waktu tujuh tahun dan kastel ini baru selesai pada tahun 1624. Selama periode ini, Matsukura menaikkan pajak secara drastis, sebagian untuk membayar biaya pembangunan kastel. Penindasan terhadap petani ini merupakan faktor utama yang memicu Pemberontakan Shimabara tahun 1637 hingga 1638. Kastel tersebut dikepung selama pemberontakan, meski tak mengalami kerusakan. Selanjutnya, kastel tersebut berfungsi sebagai pusat pemerintahan klan Kōriki, yang memerintah Shimabara dari tahun 1638–1668, klan Matsudaira (1669–1747, 1774–1871) dan klan Toda (1747–1774). Daimyo Matsudaira tetap tinggal di Kastel Shimabara hingga Restorasi Meiji tahun 1868.
Kastel ini menjadi pusat pemerintahan lokal hingga tahun 1871, ketika bekas Domain Shimabara digabung ke dalam Prefektur Nagasaki yang baru dibentuk. Kastel tersebut ditutup oleh rezim Meiji pada tahun 1874 dan menara utama (tenshu) dirobohkan pada tahun 1876, begitu pula sebagian besar struktur pendukungnya, sementara tanahnya dijual ke pihak swasta. Halaman ketiga menjadi lapangan sekolah, dan sebagian besar halaman dalam beralih fungsi menjadi lahan pertanian.
Saat ini, hanya parit dan tembok batu yang tersisa dari struktur aslinya. Yagura Barat dipugar pada tahun 1960, dan tenshu didirikan ulang pada tahun 1964 dengan beton bertulang sebagai museum yang memamerkan kebudayaan Kirishitan, Pemberontakan Shimabara, dan periode feodal. Pada tahun 1972, Yagura Tatsumi dipugar. Pada tahun 1980, Yagura Tatsumi menjadi museum peringatan untuk menghormati Seibo Kitamura, seorang pematung terkenal. Juga pada tahun 1980, Yagura Ushitora dipugar. Sebuah Balai Peringatan Kebangkitan Pariwisata dibuka di halaman istana untuk menyampaikan informasi tentang bencana letusan gunung berapi Unzen-Fugen pada tahun 1996. Pada tahun 2006, Kastel Shimabara terdaftar sebagai salah satu dari 100 Kastel Terbaik Jepang oleh Yayasan Kastel Jepang.[1]
Pada tahun 2016, Kastel Shimabara ditetapkan sebagai Situs Bersejarah Prefektur Nagasaki. Tempat ini ditingkatkan statusnya menjadi Situs Bersejarah Nasional pada tahun 2025. [2]
Tenshu
Tenshu
Gunung Unzen dan Yagura Barat
Gunung Unzen dari tenshu
Halaman dalam dan ni-no-maru
Tampak udara
Referensi
Benesch, Oleg and Ran Zwigenberg (2019). Japan's Castles: Citadels of Modernity in War and Peace. Cambridge: Cambridge University Press. hlm.374. ISBN9781108481946.
De Lange, William (2021). An Encyclopedia of Japanese Castles. Groningen: Toyo Press. hlm.600 pages. ISBN978-9492722300.