Panjang tubuh 18cm. Jantan: berpola hitam dan putih, alis putih (kadang tidak jelas atau tidak ada) bahu putih, tunggir putih abu-abu. Betina: tubuh atas coklat, tunggir lebih pucat, tubuh bawah keputih-putihan, sisinya berpalang samar.[butuh rujukan]
Daerah Sebaran
Subkawasan Sulawesi dan Nusa Tenggara, Jawa Timur, Bali, Salmebu Besaar Australia dan Papua Nugini.[butuh rujukan]
Habitat dan Kebiasaan
Burung penetap yang cukup umum ditemukan di Sulawesi, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Burung ini menyukai habitat berupa lahan terbuka seperti: hutan yang terganggu, semak belukar, lapangan rumput, padang sabana, taman kota. area budidaya, sawah, ladang, kebun, kolam, rawa-rawa, kawasan mangrove, tambak, pekarangan hingga permukiman.[butuh rujukan]
Habitat Kapasan Sayap-putih sangat bervariasi, mulai dari daerah pantai hingga kawasan pegunungan dengan elevasi 1600 meter di atas permukaan laut.[butuh rujukan]
Termasuk jenis Kapasan yang lebih aktif dibandingkan jenis Kapasan lainnya. Terbang dari pohon ke tanah untuk menyambar serangga di udara atau menyambar serangga yang hinggap di permukaan daun rumput atau semak.[butuh rujukan]
Makanan
Kapasan Sayap-putih termasuk jenis burung pemakan serangga (insektivor). Makanannya terdiri dari berbagai jenis serangga seperti lalat, rayap, tawon, lebah dan lain-lain.[butuh rujukan]
Status Konservasi
Kapasan Sayap-putih termasuk jenis burung yang umum dan tersebar luas di Indonesia. Di Indonesia, populasi burung ini melimpah dan tersebar luas, sehingga dikategorikan berisiko rendah untuk punah dalam waktu dekat (Least Concern) oleh IUCN. Tidak termasuk jenis burung yang dilindungi oleh undang-undang. Tidak tercantum dalam daftar Appendix CITES.[butuh rujukan]