Sazanami (漣code: ja is deprecated , "Desiran ombak")[1] adalah kapal ke-19 dari kelas Fubuki, yang dibangun untuk Angkatan Laut Kekaisaran Jepang setelah Perang Dunia I. Ketika mulai bertugas, kapal-kapal dari kelas Fubuki merupakan yang terkuat di dunia.[2] Mereka menjadi kapal perusak tercanggih pada era 1930-an, dan masih menjadi senjata yang ampuh dalam masa Perang Pasifik.
Sejarah operasional
Pra Perang Dunia II
Setelah selesai dibangun, Sazanami ditmasukkan ke Armada Kedua. Sejak tahun 1937, selama Perang Tiongkok-Jepang KeduaSazanami mendukung pendaratan pasukan Jepang di Shanghai dan Hangzhou. Mulai tahun 1940, dia ditugaskan untuk patroli dan mendukung pendaratan pasukan Jepang di Tiongkok bagian selatan, dan berpartisipasi dalam Invasi Indochina Prancis.
Pada akhir bulan April, Sazanami mengawal kapal induk Shōhō menuju Truk, dan kemudian bergabung dengan armada Laksamana Takeo Takagi pada Pertempuran Laut Karang.[5] Di penghujung pertempuran, dia menyelamatkan 225 korban selamat, dan kembali ke Yokosuka melalui Saipan. Lalu ia bermarkas di Distrik Jaga Ōminato untuk melakukan patroli perairan utara sampai pertengahan bulan Juli.
Pada tanggal 14 Juli, Sazanami dipindahkan ke Armada Gabungan. Setelahnya, ia mengawal kapal tempur Yamato dan kapal induk Taiyō di Pertempuran Solomon Timur pada tanggal 24 Agustus. Sepanjang bulan September, Sazanami ditugaskan dalam beberapa misi transportasi "Tokyo Ekspres" ke berbagai lokasi di Kepulauan Solomon.[6] Pada awal Oktober, Sazanami mengawal Taiyō yang rusak menuju ke Arsenal Angkatan Laut Kure untuk perbaikan, sekaligus pergi ke dermaga kering di Arsenal Angkatan Laut Yokosuka untuk perbaikan Sazanami-nya sendiri. Dia kembali aktif bertugas sebagai pengawal Taiyō pada 1 November 1942. Mulai bulan Februari 1943, Sazanami mulai bertugas untuk mengawal untuk Unyō dan/atauTaiyō antara Yokosuka bolak-balik menuju Truk dan Kavieng sampai bulan Desember 1943. Sazanami menjadi kapal bendera untuk Laksamana Matsuji Ijuin selama Pertempuran Horaniu, di mana ia mendukung pendaratan pasukan di Vella Lavella. Setelah membantu mengevakuasi pasukan Jepang yang masih bertahan dari Rekata pada akhir bulan. Setelahnya, Sazanami kembali berperan sebagai pengawal untuk berbagai kapal induk sampai akhir tahun 1943.
↑Morison. Coral Sea, Midway and Submarine Actions, May 1942-August 1942.
↑D’Albas. Death of a Navy: Japanese Naval Action in World War II.
↑Nishidah, Hiroshi (2002). "Fubuki class destroyers". Materials of the Imperial Japanese Navy. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-11. Diakses tanggal 2018-11-01.;
Daftar pustaka
D'Albas, Andrieu (1965). Death of a Navy: Japanese Naval Action in World War II. Devin-Adair Pub. ISBN0-8159-5302-X.
Brown, David (1990). Warship Losses of World War Two. Naval Institute Press. ISBN1-55750-914-X.
Nishidah, Hiroshi (2002). "Fubuki class destroyers". Materials of the Imperial Japanese Navy. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-11. Diakses tanggal 2018-11-01.