Sekutu
Ketika Perang Pasifik pecah pada 8 Desember 1941, Ambon dijaga oleh 2800 tentara infantri Molukken Brigade dari KNIL, dipimpin oleh Overstee Joseph Kapitz dan terdiri dari tentara kolonial Hindia Belanda, dipimpin perwira Eropa. Garnisun ini berperlengkapan minim dan kurang terlatih, sebagian karena negara induknya, Belanda sudah kalah dan diduduki oleh Nazi Jerman. Unit-unit pasukan KNIL tidak perlengkapi dengan radio dan bergantung kepada jaringan telepon dan komunikasi tertulis. Mereka termasuk 300 pasukan cadangan yang kurang terlatih.
Angkatan Darat Australia menempatkan 1100 tentara Gull Force, dipimpin oleh Lt. Col. Leonard Roach, yang tiba pada 17 Desember 1941. Pasukan ini terdiri dari Batalion ke-2/21 dari Divisi 8 Royal Australian Army, dengan dukungan artileri dan unit-unit pendukung lainnya. Kapitz ditunjuk sebagai komandan Sekutu di Ambon. Roach sudah mengunjungi pulau ini sebelum pasukannya tiba dan meminta tambahan artileri dan senapan mesin dari Australia.
Pada 6 Januari 1942, setelah koloni-koloni Belanda dan Inggris di utara jatuh ke tangan Jepang, Ambon menjadi sasaran penyerangan pesawat-pesawat tempur Jepang. Roach mengeluh tentang lambatnya respons atas saran-sarannya, dan justru malah ia digantikan oleh Lt. Col. John Scott pada 14 Januari 1942.
Markas besar Kapitz terletak di pangkalan angkatan laut Halong, di antara Paso dan kota Ambon. Di situ terdapat 4 mobil lapis baja, 1 detasemen senapan anti pesawat udara dan 4 meriam anti pesawat (AA gun) 40mm. Percaya bahwa daratan di pantai selatan Laitimor terlalu tidak bersahabat untuk pendaratan pasukan dan bahwa serangan apapun akan datang dari timur, di sekitar Teluk Baguala, pasukan KNIL terkonsentrasi di Paso, dekat tanah genting, di bawah komando Mayoor H.L. Tieland. Ada beberapa detasemen kecil KNIL di lokasi-lokasi yang potensial untuk pendaratan di utara Hitu.
2 kompi dari Batalyon 2/21 dan 300 tentara KNIL berada di lapangan terbang Laha, di bawah komando [[Major]Mayor]] Mark Newbury. Mereka diperkuat dengan artileri KNIL: 4 artileri medan 75mm, 4 senapan anti tank 37mm, 4 AA gun 75mm, 4 AA gun 40mm, 1 peleton senapan anti pesawat dan 1 baterai artileri.
Akan tetapi, Lt Col. Scott, Markas Gull Force dan sebagian besar tentara Australia terkonsentrasi di bagian barat Semenanjung Laitimor Peninsula, untuk menangkal serangan dari Teluk Ambon. Kompi "A" dari Batalyon 2/21 dan 1 kompi KNIL ditempatkan di Eri, di bagian barat daya teluk. Peleton perintis dari Batalyon 2/21 berposisi di plateau di sekitar Gunung Nona (titik tertinggi di Laitimor), dengan 1 detasemen AA gun KNIL. Detasemen-detasemen Australia yang lebih kecil ditempatkan di: Latuhalat, dekat ujung barat daya Laitimor dan di Tanjung Batuanjut, di utara Eri. Markas Gull Force dan pasukan cadangan strategis, Kompi "D", ditempatkan di jalur dari plateau Nona ke pantai Amahusu, antara Eri dan kota Ambon.
Sekutu memiliki beberapa pesawat. Dinas Udara KNIL (ML-KNIL) menempatkan skuadron 2-Vl. G.IV (2 Vlieg Group IV) dari Jawa ke Laha. Dari 4 pesawat Brewster Buffalo yang dikirimkan, 2 jatuh dalam perjalanan ke Ambon. Angkatan Udara Australia (RAAF) mengirimkan 2 skuadron, terdiri dari 12 pesawat pembom ringan Lockheed Hudson Mk2, dari Skuadron RAAF No. 13 dan No. 2, di bawah Wing Commander Ernest Scott (bukan kerabat Lt.Col. John Scott). Satu skuadron berbasis di Laha, dan yang lain dikirim ke Namlea di Pulau Buru.
Skuadron patroli U.S. Navy Wing 10, dengan pesawat amfibi PBY Catalina, berbasis di pangkalan laut Halong sejak 23 Desember 1941. Markas Wing pindah ke Jawa pada 9 Januari 1942, tetapi pesawat patroli Amerika tetap melanjutkan patroli dari Halong hingga serangan udara 15 Januari 1942, dan kemudian meninggalkan pangkalan tersebut karena terlalu terbuka. Seluruh ke-5 pesawat PBY USN hancur di sana karena serangan udara.
Dinas Udara KNIL (Militaire Luchtvaartdienst, ML-KNIL) menerbangkan patroli dari Ambon/Halong; GVT 17 dengan pesawat amfibi Catalina yang tetap berlangsung sampai 14 Januari 1942, saat mereka ditarik ke Jawa.
Pesawat-pesawat U.S. Navy dan RAAF melakukan beberapa penerbangan evakuasi yang sangat berbahaya ke Ambon/Laha pada hari-hari terakhir bulan Januari 1942.
Kapal ranjau Hr.Ms. Gouden Leeuw dari Angkatan Laut Kerajaan Belanda (Koninlijke Marine), meninggalkan Ambon di awal Januari 1942, setelah menebar ranjau laut di sekitar Pulau Ambon. Pada pertengahan Januari HMAS Heron merupakan satu-satunya kapal perang Sekutu di Ambon.