Kapal perusak kelas Fubuki (吹雪型駆逐艦code: ja is deprecated , Fubukigata kuchikukan) adalah kelas yang terdiri dari 24 kapal perusak milik Angkatan Laut Kekaisaran Jepang[1] dan menjadi kapal perusak modern pertama sekaligus kapal perusak terkuat di dunia.[2] Dengan hadirnya kelas Fubuki, kelas ini tidak hanya menjadi patokan standar baru bagi kapal-kapal milik Jepang, tapi bagi seluruh kapal di dunia. Pada saat Inggris dan Amerika masih hanya bisa memasang persenjataan ringan dan biasa di kapal-kapal perusak mereka, kapal-kapal kelas Fubuki sudah dapat membawa persenjataan yang lebih besar dan kuat, juga lebih besar dan lebih cepat daripada yang lain.
Mereka tetap menjadi kapal yang tangguh dan patut diperhitungkan sampai dengan akhir Perang Dunia II, walaupun usia mereka sudah tak lagi muda dan tergolong ketinggalan zaman daripada musuh-musuhnya.[3]
Konstruksi
Pembangunan kapal-kapal perusak kelas Fubuki dilakukan setelah berakhirnya Perang Dunia I, yaitu dari tahun 1928 sampai 1933. Dalam pembuatannya, Staf Jenderal Angkatan Laut Kekaisaran Jepang menginginkan kapal perusak dengan kecepatan maksimum 39 knot, jarak jangkauan 7400 km pada kecepatan 14 knot, dan dipersenjatai dengan banyak torpedo baru Tipe 8. Mereka ditujukan untuk beroperasi bersama dengan sejumlah kapal penjelajah, jadi mereka harus secepat dan sekuat mungkin. Mereka juga merupakan bagian dari program peningkatan kualitatif Angkatan Laut Kekaisaran Jepang agar dapat bersaing dengan kapal-kapal paling modern di dunia ini.[4]
Pengembangan
Kapal perusak kelas Fubuki dibagi menjadi tiga model, yaitu Model I atau kelas Fubuki, Model II atau kelas Ayanami dan Model III kelas Akatsuki. Berikut adalah uraiannya:
Kapal perusak kelas Fubuki Model I (kelas Fubuki) adalah kapal-kapal yang terdiri dari sepuluh kapal pertama yang dibangun pada tahun 1928 dan 1929 dan memiliki struktur yang lebih sederhana daripada kapal selanjutnya. Model I memiliki pengukur jarak elektronik (Rangefinder) di compass bridge nya, ruang kontrol tembakan meriam yang tidak terlindungi, dan kubah meriam Type A yang hanya dapat mengangkat laras meriamnya pada waktu yang sama dan hanya dapat sampai 40 derajat.[5]
Kapal perusak kelas Fubuki Model II (kelas Ayanami) yang dibangun tahun 1930 dan 1931 adalah hasil perbaikan dari kapal-kapal Model I. Model II memiliki bridge yang lebih luas dengan pengukur jarak elektronik (Rangefinder), alat pengamat kompas azimut, ruang kontrol tembakan meriam, menara rangefinder, dan kubah meriam Type B yang tidak harus mengangkat laras meriamnya pada waktu yang sama dan dapat mengangkat sampai 75 derajat.[5]
Kapal perusak kelas Fubuki Model III (kelas Akatsuki) adalah kumpulan kapal-kapal perusak dari kelas Fubuki yang dibangun dari tahun 1931 sampai 1933. Kapal-kapal ini memiliki ketel uap yang lebih besar dan corong depan yang lebih sempit. Selain itu, Model III telah dilengkapi dengan laras peluncur torpedo tahan-serpih.[5]
Sejarah Operasional
Dari 24 kapal dalam kelas Fubuki yang sudah jadi, hanya satu kapal yang tidak ikut dalam Perang Pasifik di Perang Dunia 2, yaitu Miyuki yang tenggelam karena bertabrakan pada tahun 1934. Ayanami berhasil merusak South Dakota pada Kampanye Guadalkanal. Dalam kampanye yang sama, Kirishima berhasil dilumpuhkan oleh Washington dan ditenggelamkan oleh kapal perusak Uranami keesokan harinya.
Delapan kapal di kelas ini tenggelam karena kapal selam, dua karena ranjau, dan sisanya karena serangan udara. Pada akhir perang, hanya tersisa dua kapal, yaitu Hibiki dan Ushio. Hibiki diambil oleh Uni Soviet sebagai hadiah perang dan ditenggelamkan sebagai target tembak pada tahun 1970, sedangkan Ushio dibesituakan pada tahun 1948.
Dinamai ulang sebagai Shiragumo 1 Agustus 1928; Terkena torpedo dan tenggelam di dekat Tanjung Erimo [42.25N, 144.55E] pada 16 Maret 1944; dicoret pada 31 Maret 1944
Dinamai ulang sebagai Isonami pada 1 Agustus 1928; Terkena torpedo dan tenggelam di tenggara Sulawesi [05.26S, 123.04E] pada 9 April 1943; dicoret pada 1 Agustus 1943
Menyerah 5 Oktober 1945; diberikan kepada Uni Soviet pada 5 Juli 1947; dinamai ulang Verniy (1947), Dekabrist (1948); ditenggelamkan sebagai kapal target sekitar 1970-an.
Terkena torpedo dan tenggelam di barat Sulawesi [05.08N, 119.38E] pada 14 Mei 1944; dicoret pada 10 Juni 1944.
Catatan kaki
↑Jentsura, Warships of the Imperial Japanese Navy, 1869–1945
↑Parshall and Tully, Shattered Sword: The Untold Story of the Battle of Midway. hal. 336.
↑Specification from Fitzsimons, Bernard, ed. Illustrated Encyclopedia of 20th Century Weapons and Warfare (London: Phoebus, 1978), Volume 10, hal.1040–1041, "Fubuki".
↑Fitzsimons, Illustrated Encyclopedia of 20th Century Weapons and Warfare p.1040
123Fitzsimons, Illustrated Encyclopedia of 20th Century Weapons and Warfare hal. 1040.