Masa dinas
Saat selesai dibangun, ia dimasukkan ke Divisi Perusak ke-11 yang termasyhur dibawah Armada ke-2. Ketika Perang Tiongkok-Jepang Kedua pecah, Hatsuyuki membantu pendaratan pasukan dalam Pertempuran Shanghai pada tahun 1937, dan pendaratan pasukan Jepang lainnya di utara Cina di Hangzhou. Pada 1940, juga berpartisipasi dalam Invasi Indochina Prancis.
Saat Pearl Harbour diserang, ia ditugaskan ke Divisi Perusak ke-11 dari Skuadron Perusak ke-3 dibawah Armada ke-2, dan ditugaskan dari Distrik Angkatan Laut Kure ke Pelabuhan Samah dari Kepulauan Hainan. Dari 4 Desember 1941 ke 30 Januari 1942 Hatsuyuki menjadi pengawal bagi penjelajah berat Suzuya, Kumano, Mogami dan Mikuma berangkat dari Samah dan Teluk Camranh, Indochina Prancis guna mendukung invasi terhadap Malaya, Bangka-Palembang dan Kepulauan Anambas. Pada 18 Februari, ia berjasa dengan mengkaramkan atau menangkap 2 transpor yang berusaha lari dari Singapura.
27 Februari, Hatsuyuki ditugaskan ke "Operasi J", yaitu pendaratan pasukan Jepang di Jawa Barat, Hindia Belanda dan juga berpartisipasi dalam Pertempuran Selat Sunda pada 1 Maret, membantu mengkaramkan penjelajah Australia HMAS Perth dan penjelajah Amerika USS Houston.[2]
Selain itu menjadi pengawal bagi Armada Lindung Laksamana Jizaburo Ozawa untuk "Operasi T" (Invasi Sumatera Utara) pada 12 Maret dan "Operasi D" (Invasi Kepulauan Andaman) pada 23 Maret. Juga berpatroli dan mengawal sekitar Pelabuhan Blair kala serangan Jepang menuju Laut Hindia. 13–22 April ia kembali ke Arsenal Angkatan Laut Kure untuk dirawat.[3]
4–5 Juni 1942, ia sempat berpartisipasi dalam Pertempuran Midway sebagai bagian dari Armada Utama Laksamana Isoroku Yamamoto
Juli 1942, Hatsuyuki awalnya berpartisipasi dalam Serangan Kedua Laut Hindia. Namun, karena situasi di Guadalkanal saat itu, ia justru dipindahkan ke Truk. Dari Agustus, berpartisipasi dalam Tokyo Ekspres, misi transpor cepat di Kepulauan Solomon. Hebatnya, pada 4-5 September, Hatsuyuki menenggelamkan kapal transport cepat USS Gregory and USS Little.[4]
Kala Pertempuran Tanjung Esperance pada 11–12 Oktober, Hatsuyuki menyelamatkan 518 kru Furutaka yang kapalnya karam, dan 2 hari kemudian mengawal Aoba yang rusak berat ke Truk. Kala Pertempuran Kepulauan Santa Cruz berkecamuk pada 26 Oktober, Hatsuyuki berada dalam situasi siaga di Kepulauan Shortland.
Pasca menolong pasukan Jepang dari Guadalcanal pada November awal, dari 12–15 November, Hatsuyuki juga berpartisipasi pada Pertempuran Laut Guadalcanal. Awalnya, mengawal armada bantuan dibawah pimpinan Laksamana Takeo Kurita, lalu bergabung dengan Armada Bombardir Darurat pimpinan Laksamana Nobutake Kondō. Dengan penjelajah Nagara menghadapi grup perusak AS, Hatsuyuki pun menggentarkan dunia, ia sanggup menghabisi USS Benham, USS Walke dan USS Preston serta USS Gwin mengalami kerusakan. Semua berkat kejelian dan sikap berani mati dari Hatsuyuki. Pasca pertempuran, ia lalu balik ke Truk pada 18 November. Setelah 1 misi transpor lagi ke Rabaul pada Desember, Hatsuyuki ditugaskan untuk mengawal kapal induk Hiyō kembali Arsenal Angkatan Laut Kure untuk diperbaiki.
Januari 1943, Hatsuyuki mengawal konvoi berisi pasukan dari Pusan ke Palau dan menuju Wewak. Melanjutkan misi patrol dan mengawal di sekitar Kepulauan Solomon hingga akhir Februari, di mana ia kembali ditugaskan di Armada ke-8 IJN. Maretnya, Hatsuyuki menolong kru pasca Pertempuran Laut Bismarck, sebelum kembali ke Kure untuk direfit. Pada bulan Mei, mengawal kapal induk Taiyō dari Yokosuka ke Manila, Surabaya, Singapura, dan balik ke Mako Guard District ke Sasebo Naval District. Bulan Juninya, Hatsuyuki balik ke Rabaul, dan melanjutkan misi Tokyo Ekspres. Pada Pertempuran Teluk Kula di sekitar Kolombangara pada 5 Juli, Hatsuyuki menghadapi grup berisi Penjelajah dan Perusak Amerika, dan terkena 6 peluru, yang merusak kemudi dan menewaskan sedikitnya 6 orang.