Juniperus phoenicea atau arar fenisia, adalah spesies arar yang berasal dari wilayah Mediterania bagian barat.
Taksonomi
Secara historis, spesies ini diperlakukan sebagai kompleks spesies, mencakup berbagai variasi morfologi dan ekologis yang sering diklasifikasikan sebagai subspesies atau varietas, dengan sebaran luas di seluruh Mediterania dan Macaronesia. Namun, studi genetika dan morfologi kontemporer menunjukkan perlunya revisi besar terhadap kompleks ini. Analisis filogenetik modern mengungkapkan diferensiasi yang jelas di antara populasi yang sebelumnya digabungkan, sehingga kompleks tersebut kini dipisahkan menjadi tiga spesies yang diakui, yaitu Juniperus phoenicea L. s.s., yang merujuk pada populasi di Mediterania barat; Juniperus turbinata Guss., yang mencakup populasi di Mediterania dan Arab Saudi barat dan dibedakan oleh kerucut yang lebih berbentuk turbinat serta perbedaan dedaunan; dan Juniperus canariensis Guyot & Mathou, yang endemik di Kepulauan Makaronesia, terutama Kepulauan Kanaria dan Madeira, dengan divergensi genetik yang menunjukkan isolasi jangka panjang di lingkungan pulau.[3][4][5]
Deskripsi
Juniperus phoenicea adalah semak besar atau pohon kecil yang biasanya tumbuh setinggi 5–8 meter, dengan batang berdiameter 1–2 meter dan mahkota berbentuk bulat atau tidak beraturan. Kulit kayunya, yang dapat mengelupas dalam potongan-potongan, berwarna coklat keabu-abuan tua. Daunnya terbagi menjadi dua tipe, yaitu daun muda berbentuk jarum sepanjang 5–14 milimeter dan lebar 1 mm pada bibit, serta daun sisik dewasa sepanjang 1–2 milimeter pada pohon yang lebih tua dengan warna hijau hingga biru-hijau. Daun tersusun dalam pasangan berlawanan atau lingkaran tiga. Spesies ini sebagian besar tumbuhan berumah satu, meskipun beberapa individu bersifat tumbuhan berumah dua. Kerucut betinanya berbentuk seperti buah beri, berdiameter 6–14 milimeter, berwarna oranye-coklat, kadang disertai mekar lilin merah muda, dan masing-masing mengandung 3–8 biji yang matang dalam sekitar 18 bulan, dengan penyebaran utama melalui burung. Kerucut jantan berukuran 2–4 milimeter dan melepaskan serbuk sari di awal musim semi, yang kemudian dibawa oleh angin.[6]
Persebaran
Spesies ini terutama ditemukan di wilayah Mediterania bagian arat, dengan inti persebarannya terkonsentrasi di Spanyol, khususnya di provinsi timur, serta di Prancis selatan. Populasi tambahan, yang sering terisolasi, dilaporkan di lokasi lain di Mediterania Barat, termasuk Sierra de Tramuntana di Mallorca dan Cabo Espichel di Portugal. Di Italia, spesies ini tercatat di Pegunungan Alpen Maritim barat, Pegunungan Alpen Apua, serta Gunung Albo di Sardinia.[7]
Juniperus phoenicea umumnya tumbuh pada ketinggian 50–100 meter hingga sekitar 1.600–1.800 meter, dengan konsentrasi terbesar antara 400 dan 1.200 meter, mencerminkan preferensinya terhadap habitat pedalaman yang berbatu dan sub-pegunungan, seringkali di tanah berkapur. Ketinggian tertinggi yang tercatat untuk spesies ini adalah 1.900 meter di Sierra Nevada dan 1.970 meter di Sierra Mágina, keduanya berada di Spanyol.[7]
↑Sánchez-Gómez, Pedro; Jiménez, Juan F.; Cánovas, Jose Luis; Vera, Juan Bautista; Hensen, Isabell; Aouissat, Miloud (2018). "Genetic structure and phylogeography of Juniperus phoenicea complex throughout Mediterranean and Macaronesian regions: Different stories in one". Annals of Forest Science. 75 (3). doi:10.1007/s13595-018-0741-7. hdl:10481/87512.
↑Mazur, Małgorzata; Zielińska, Monika; Boratyńska, Krystyna; Romo, Angel; Salva-Catarineu, Montserrat; Marcysiak, Katarzyna; Boratyński, Adam (2018). "Taxonomic and geographic differentiation of Juniperus phoenicea agg. based on cone, seed, and needle characteristics". Systematics and Biodiversity. 16 (5): 469–482. doi:10.1080/14772000.2018.1439120.
↑"IPNI". International Plant Names Index. The Royal Botanic Gardens, Kew, Harvard University Herbaria & Libraries and Australian National Herbarium. Diakses tanggal 2025-11-29.