Juniperus excelsa atau yang dikenal sebagai arar yunani, merupakan spesies arar yang tersebar di seluruh wilayah Mediterania timur, mulai dari timur laut Yunani dan selatan Bulgaria, melintasi Turki hingga Suriah, Lebanon, Yordania, pegunungan Kaukasus, serta pantai selatan Krimea. Salah satu subspesiesnya, J. excelsa subsp. polycarpos, yang dikenal sebagai arar persia, tumbuh di Pegunungan Alborz dan pegunungan lain di Iran hingga barat laut Pakistan, serta di populasi terisolasi di pegunungan Jebal Akhdar, Oman. Beberapa ahli botani menganggap subspesies ini sebagai spesies tersendiri dengan nama Juniperus polycarpos.[3]
Taksonomi
Nama ilmiah Juniperus excelsa pertama kali disahkan oleh naturalis Rusia-Jerman Marschall von Bieberstein (M. Bieb.). Nama ini pertama kali diterbitkan dalam Tabulae Provinciae Meridionalis Caspicae pada tahun 1798. Sepanjang sejarah taksonominya, spesies ini pernah diberi berbagai nama dan dikombinasikan ke dalam taksa lain, misalnya sebagai varietas atau bentuk dari spesies berbeda, termasuk Juniperus sabina var. excelsa, Juniperus foetida var. excelsa, Juniperus isophyllos, Sabina excelsa, dan beberapa nama lain. Dalam literatur modern, Juniperus excelsa M. Bieb. diakui sebagai nama sah dan valid untuk spesies ini.[4][5]
Deskripsi
Juniperus excelsa dapat tumbuh sebagai semak atau pohon besar dengan tinggi antara 6 hingga 20 meter, meskipun jarang mencapai 25 meter. Batangnya dapat memiliki diameter hingga 2 meter, dan mahkotanya berbentuk kerucut lebar hingga bulat, kadang-kadang tidak beraturan. Daunnya terdiri dari dua bentuk, yaitu daun muda seperti jarum sepanjang 8–10 milimeter pada bibit, dan daun sisik dewasa sepanjang 0,6–3 milimeter pada pohon yang lebih tua. Spesies ini sebagian besar bersifat tumbuhan berumah satu yang individu jantan dan betina yang terpisah, meskipun beberapa pohon dapat menghasilkan kedua jenis kelamin. Kerucut bijinya berbentuk seperti buah beri, berdiameter 6–11 milimeter, berwarna biru-hitam dengan lapisan lilin keputihan, dan masing-masing berisi 3–6 biji. Biji matang dalam waktu sekitar 18 bulan. Kerucut jantan berukuran 3–4 milimeter dan akan melepaskan serbuk sari pada awal musim semi. J. excelsa sering tumbuh berdampingan dengan Juniperus foetidissima, tetapi dapat dibedakan melalui tunasnya yang lebih ramping, berdiameter 0,7–1,3 milimeter (sedangkan J. foetidissima memiliki diameter 1,2–2 milimeter), serta daun yang berwarna abu-abu-hijau dibanding hijau sedang pada J. foetidissima.[6]
Referensi
↑1874 illustration from plate 68 of D. Brandis, Illustrations of the Forest Flora of North-West and Central India, 1874