Juniperus communis dikenal sebagai arar umum merupakan spesies konifer dalam famili Cupressaceae yang tumbuh sebagai pohon kecil atau semak. Tanaman runjung ini memiliki sebaran paling luas di antara semua tumbuhan berkayu, menempati wilayah Holarktik di berbagai daerah beriklim dingin di Belahan Bumi Utara.
Deskripsi
Juniperus communis memiliki bentuk yang sangat beragam, dapat tumbuh sebagai pohon setinggi sekitar 10 meter dan kadang mencapai 16 meter atau tampil sebagai semak rendah yang menyebar di area terbuka. Daunnya berbentuk jarum yang tersusun dalam tiga baris melingkar. Warnanya hijau dengan satu pita stomata putih di sisi bagian dalam. Berbeda dari banyak kerabatnya dalam genus yang sama, spesies ini tidak pernah mengembangkan daun dewasa berbentuk sisik. Tanaman ini berumah dua, sehingga kerucut jantan dan betina muncul pada individu yang berbeda, dengan angin berperan membawa serbuk sari dari kerucut jantan ke kerucut betina. Individu jantan cenderung memiliki umur lebih panjang daripada individu betina dan dapat bertahan hidup lebih dari dua milenium.[3][4][5]
Kerucut jantan berwarna kuning dengan panjang sekitar 2–3 milimeter, dan segera gugur setelah melepaskan serbuk sari pada bulan Maret hingga April. Kerucut betina, yang dikenal sebagai buah beri arar, berwarna hijau pada awalnya, lalu matang dalam waktu sekitar 18 bulan menjadi ungu kehitaman dengan lapisan lilin kebiruan. Bentuknya bulat dengan diameter 4–12 milimeter dan umumnya terdiri dari tiga, kadang enam, sisik berdaging yang menyatu, masing-masing berisi satu biji. Penyebaran benih terjadi ketika burung memakan buah tersebut, mencerna bagian berdagingnya, dan mengeluarkan biji keras tak bersayap melalui kotoran.[6][7][8]
Penelitian dendrokronologi pada semak di wilayah tundra mengungkap adanya individu yang berusia sangat tua, termasuk beberapa di antara tanaman berkayu tertua yang diketahui di Eropa. Salah satu temuan menonjol adalah spesimen berumur 1.647 tahun dari kawasan Lapland, Finlandia, yang berada di dalam Lingkaran Arktik.[9]
Persebaran
Spesies ini memiliki wilayah sebaran terluas dibandingkan semua tumbuhan berkayu, meliputi daerah beriklim dingin di seluruh Belahan Bumi Utara secara sirkumpolar, mulai dari kawasan selatan Arktik di daerah pegunungan hingga sekitar garis lintang 30° LU di Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Populasi tersisa juga dijumpai di Pegunungan Atlas, Afrika. Juniperus communis termasuk salah satu jenis tumbuhan yang berumur paling panjang di Irlandia.[10][11]
↑Bo Mossberg; Lennart Stenberg (2020). Nordens flora (dalam bahasa Dansk) (Edisi Nye, udvidede og omarbejdede udgave). Copenhagen: Gyldendal. ISBN978-87-02-28916-9. OCLC1158895781.
↑Preston, S. J.; Wilson, C.; Jennings, S.; Provan, J.; McDonald, R. A. (2007). "The status of Juniperus communis L. in Northern Ireland in 2005". Ir. Nat. J. 28: 372–378.