Biografi
Kehidupan awal
Joseph Kurtz lahir pada 18 Agustus 1946, di Mahanoy City, Pennsylvania, dari pasangan George dan Stella (née Zmijewski) Kurtz. Ia berdarah Polandia.[1] Sebagai salah satu dari lima bersaudara (Rose Marie, Theresa, George, dan Patricia), ia masuk St. Charles Borromeo Seminary di Philadelphia pada 1964. Ia menerima gelar Bachelor of Arts dalam bidang filsafat dan gelar Master of Divinity dari sekolah tersebut.[2]
Uskup Agung Louisville
Kurtz diangkat menjadi uskup agung Louisville pada 12 Juni 2007, oleh Paus Benediktus XVI. Pelantikannya diadakan pada 15 Agustus 2007, di Louisville Gardens, Louisville, Kentucky.[3]
Selain tugas diosesannya, Kurtz menjabat sebagai ketua Komite Pernikahan dan Kehidupan Keluarga Konferensi Waligereja Amerika Serikat. Ia terpilih menjadi wakil presiden Konferensi Waligereja Amerika Serikat pada November 2010.[4] Pada November 2013, Kurtz terpilih menjadi presiden Konferensi Waligereja Amerika Serikat. Pada Februari 2014, Vatikan mengangkat Kurtz menjadi anggota Kongregasi untuk Gereja-gereja Oriental.[5] Pada November 2014, ia terpilih menjadi delegasi untuk Sinode Uskup untuk Keluarga 2015, yang menunda kesepakatan Vatikan.[6][2]
Pada Februari 2019, Kurtz mengeluarkan laporan yang menyebut 22 imam dari keuskupan agung dengan tuduhan pelecehan seksual. Laporan tersebut disiapkan oleh penyelidik independen yang bukan bagian dari gereja. Tak ada dari 22 orang tersebut yang masih menjadi imam aktif pada 2019.[7]
Pada Juli 2019, Kurtz menjalani pengobatan kanker kandung kemih, yang mengharuskan cuti pengobatan tiga bulan dari keuskupan agung.[8]
Pensiun
Pada 8 Februari 2022, Paus Fransiskus menerima surat pengunduran diri Kurtz dari jabatan uskup agung Louisville[9][3] dan mengangkat Shelton Joseph Fabre menjadi uskup agung dari Keuskupan Agung tersebut.[10] Ia dilantik pada 30 Maret 2022.[11]