Jinaha atau Tandu (Lutjanus gibbus) adalah sejenis ikankakap merah yang banyak tersebar di wilayah Indo-Pasifik. Ikan ini merupakan ikan bernilai ekonomi penting, serta merupakan ikan pancing yang banyak dicari pemancing. Ikan ini juga merupakan ikan populer yang banyak dipajang di akuarium umum. Daging ikan ini tercatat bisa menyebabkan keracunan.
Taksonomi
Ikan ini pertama kali dicatat di tahun 1775 dengan nama Sciaena gibba oleh petualang dan naturalis Finlandia Peter Forsskål dengan lokalitas Laut Merah.[1] Nama jenisnya, gibbus berarti "bungkuk", mengacu kepada tampilan punggung dan kepala ikan dewasa yang menonjol tinggi dan curam ke atas.[2]
Habitat
Jinaha menghuni perairan dengan kedalaman 1 hingga 150m (3ft 3in hingga 492ft 2in), di mana di siang hari ikan ini berkumpul dalam kawanan besar di sekitar terumbu karang. Ikan mudanya berlindung di dasar laut berlumpur atau berpasir yang dipenuhi oleh rumput laut, di mana ikan ini baru membentuk kawanan jika usianya menuju dewasa. Ikan dewasa yang lebih besar menghuni perairan pesisir yang lebih dalam.[3]
↑Christopher Scharpf and Kenneth J. Lazara, ed. (5 January 2021). "Order LUTJANIFORMES: Families HAEMULIDAE and LUTJANIDAE". The ETYFish Project Fish Name Etymology Database. Christopher Scharpf and Kenneth J. Lazara. Diakses tanggal 9 June 2021.