Jerome Polin (paling kiri) meraih juara pada lomba pelajar prestasi tingkat SMA Provinsi Jawa Timur, 2015
Jerome lahir di Jakarta pada tanggal 2 Mei 1998. Ia merupakan putra kedua dari tiga bersaudara dari pasangan Marojahan Sintong Sijabat (24 Maret 1967 - 30 Oktober 2025) dan Chrissie Rahmeinsa. Ayah Jerome adalah seorang pendeta, sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.[6]
Ketika berada di kelas 2 SD, Jerome berkeinginan untuk berkuliah di luar negeri. Setelah lulus SMA, keinginan untuk kuliah di luar negeri tersebut mengalami kendala karena orang tuanya memiliki keterbatasan ekonomi, sehingga Jerome mencoba mengambil program beasiswa.[8] Mulanya, Jerome mengikuti ujian seleksi program beasiswa ke Universitas Teknologi NanyangSingapura di Jakarta. Dua bulan setelah tes, Jerome dinyatakan lulus seleksi tetapi hanya memperoleh setengah beasiswa.[8]
Karena jumlah beasiswa yang akan diterima tidak penuh, Jerome membatalkan mengambil beasiswa ke Singapura. Jehian menyarankan agar ia mengikuti program beasiswa dari sebuah perusahaan asal Jepang, yakni Mitsui–Bussan, yang bisa memberikan beasiswa penuh.[7] Jerome kemudian mengikuti ujian seleksi tersebut dan dinyatakan lulus untuk mendapat beasiswa dari program Mitsui–Bussan Scholarship dan berkuliah di Universitas Waseda, Shinjuku, Tokyo, Jepang. Ia mendapat dukungan beasiswa sebanyak ¥ 150.000 atau sekitar Rp 18.900.000 per bulan.[9]
Pada tanggal 26 Maret 2022, Jerome lulus dari kuliah di Universitas Waseda setelah melaksanakan wisuda dan mendapatkan gelar Bachelor of Engineering atau Sarjana Teknik.[10]
Pada bulan Juli 2015, Jerome bersama kakaknya yaitu Jehian, membuat akun resmi Line yang bersifat akademik bernama 'Math Q&A'. Setelah mendapat dukungan yang baik dari berbagi pihak, mereka memutuskan untuk membuka akun resmi baru, dan memuat materi dari mata pelajaran lain, selain matematika.
Nihongo Mantappu dan Waseda Boys
Jerome Polin di Future Enterpreneur Summit Surabaya, 2025
Jerome memulai kanal YouTube bernama Nihongo Mantappu pada bulan Desember 2017 bersama temannya asal Manado, Kevin Sendouw. Pada awalnya, Jerome dan Kevin membagikan konten video yang membahas pelajaran bahasa Jepang.[11] Kevin akhirnya memutuskan keluar dari Nihongo Mantappu pada tahun berikutnya dan digantikan dengan Waseda Boys yang beranggotakan Ryoma Otsuka, Tomohiro Yamashita dan Yusuke Sakazaki. Kanal ini mendapatkan Silver Play Button pada tahun 2018, Gold Play Button pada tahun 2019 dan Diamond Play Button pada tanggal 4 Januari 2023. Pada tanggal 10 Maret 2024, Waseda Boys resmi berpisah dengan Jerome saat acara WanderLand (Waseda Boys and the Recommendation Land) yang digelar di Gandaria City, Jakarta Selatan.
Sebelum Jerome memulai kanal Nihongo Mantappu, ia telah memiliki kanal YouTube sendiri yang kini menjadi kanal YouTube Mantappu Academy. Kanal tersebut juga berisi video pertama Jerome di YouTube yang direkam di Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara pada tahun 2016. Kanal ini mendapatkan Silver Play Button pada tahun 2021.
Bisnis makanan dan minuman
Selain mengembangkan kanal YouTube, pada bulan April 2021, Jerome bersama Jehian membuka jejaring bisnis kedai minuman teh yang diberi nama Menantea.[12] Selain menjual minuman teh, Menantea juga menjual makanan ringan berupa naget ayam dan kentang goreng berbumbu. Pada tanggal 27 Februari 2024, Jerome dan Jehian mengumumkan bahwa Menantea hadir dengan logo dan gelas baru.
Pengembangan pusat bimbingan belajar
Pada bulan Agustus 2024, Jerome mulai mengembangkan pusat bimbingan belajar matematika yang diberi nama Mantappu Academy, di Ruko Puri Niaga, Jakarta Barat. Mantappu Academy mulai beroperasi pada tanggal 13 Januari 2025 dan resmi dibuka pada tanggal 8 Februari 2025.
Pengembangan lapangan padel
Jerome juga membangun lapangan padel sendiri yang diberi nama Beyond Padel, di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan. Lapangan padel ini mulai beroperasi pada tanggal 22 Juni 2025.
Kolaborasi lainnya
Pada tanggal 30 Oktober 2022, Jerome bersama YouTuber Nessie Judge merilis lagu berjudul "Stay" yang dinyanyikan oleh Nessie dengan bagian rap oleh Jerome sendiri. Lagu tersebut diunggah di kanal YouTube Nessie Judge. Sejak itulah Jerome mulai terjun di bidang musik.
Aktivisme
Jerome Polin mulai menunjukkan keterlibatan aktif dalam isu sosial-politik di Indonesia sekitar Agustus 2025. Ia menggunakan platform media sosialnya yang memiliki jutaan pengikut untuk menyuarakan kritik dan menggalang kesadaran publik terhadap berbagai kebijakan pemerintah dan isu hak asasi manusia.[13]
Gerakan ini terbagi menjadi 17 tuntutan jangka pendek dengan tenggat waktu satu pekan dan 8 tuntutan jangka panjang dengan tenggat waktu satu tahun.[16] Beberapa poin utama dalam tuntutan tersebut antara lain:
Pembentukan tim investigasi independen untuk mengusut kekerasan aparat dan kematian demonstran, termasuk kasus Affan Kurniawan.
Penolakan kenaikan gaji dan fasilitas anggota DPR serta mendorong transparansi anggaran parlemen.
Reformasi institusi Kepolisian dan TNI, termasuk penarikan militer dari ranah sipil.
Penjaminan upah layak bagi pekerja, termasuk guru dan tenaga kesehatan.
Untuk memperluas jangkauan gerakan, Jerome mengajak pengikutnya di media sosial untuk mengganti foto profil dengan tema warna merah muda dan hijau sebagai simbol dukungan.[17] Puncak dari gerakan ini adalah ketika Jerome, untuk pertama kalinya, ikut serta dalam unjuk rasa dengan mendatangi Gedung DPR RI pada 4 September 2025.[18] Bersama rekan-rekannya, ia menyerahkan dokumen "17+8 Tuntutan Rakyat" secara langsung kepada perwakilan anggota DPR, di antaranya Rieke Diah Pitaloka dan Andre Rosiade.[19]
Selama periode ini, Jerome mengaku menolak tawaran senilai Rp 150 juta untuk menjadi pendengung (buzzer)pemerintah.[20] Ia juga mengungkapkan menerima banyak pesan langsung (DM) di media sosial yang memintanya berhenti bersuara, tetapi ia menyatakan tidak akan takut dan tetap melanjutkan advokasinya.[21][22]
Advokasi Kesejahteraan Guru
Selain isu politik, Jerome juga vokal dalam menyuarakan isu pendidikan, terutama terkait kesejahteraan guru. Pada 3 September 2025, ia secara terbuka mengkritik pernyataan Menteri AgamaNasaruddin Umar yang menyebut upah guru sebagai amal jariyah. Melalui akun Instagramnya, Jerome menegaskan bahwa profesi guru yang mulia harus selaras dengan tingkat kesejahteraannya. Ia menulis, "Justru karena semulia itulah HARUS berbanding dengan kesejahteraannya. GURU HARUS SEJAHTERA!!" Sikap ini mendapat respons luas dari publik yang menganggapnya sebagai bentuk keberpihakan pada tenaga pendidik di Indonesia.[23]
Kontroversi
Pada tanggal 26 Februari 2023, Jerome bersama mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ugiadam Farhan Firmansyah dan Ekida Firmansyah mengunggah video berjoget di TikTok dengan menggunakan atribut dokter, yang kemudian menjadi viral. Konten tersebut menuai kontroversi karena dianggap menyinggung banyak pihak, terutama para tenaga kesehatan.[24][25] Permohonan maaf disampaikan melalui akun media sosial pada tanggal 28 Februari 2023.[26] Kedua mahasiswa tersebut selanjutnya menjadi talent Mantappu Corp.
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Jerome Polin.
Dengarkan versi lisan dari artikel ini (6 menit)
noicon
Berkas suara ini dibuat berdasarkan revisi dari artikel ini per tanggal 14 September 2022(2022-09-14), sehingga isinya tidak mengacu pada revisi terkini.