Jenny Rosjeni Rachman (lahir 18 Januari 1959) adalah pemeran, politikus, dan model Indonesia. Kariernya berlangsung lebih dari empat dekade, ia telah berakting dalam puluhan judul film dan mencapai puncak popularitasnya pada akhir dekade 1970-an hingga pertengahan 1980-an. Ia dikenal karena memerankan karakter perempuan yang tangguh dan mudah berubah dalam berbagai genre hingga mencapai kesuksesan dengan peran yang lebih kompleks dan menantang. Dengan karier yang luas dalam film sejak masa remajanya, ia dipuji dan dianggap sebagai salah satu aktris terbaik di generasinya.
Bersama Doris Callebaut, Roy Marten, Robby Sugara dan Yati Octavia, ia menjadi bagian dari deretan aktor dan aktris Indonesia berjuluk The Big Five. Istilah tersebut muncul pada dekade 1970-an, ketika perfilman Indonesia berkembang cukup pesat dan menggairahkan dari segi ekonomi dan sosial budaya. The Big Five mengacu pada 5 aktor dan aktris Indonesia yang mendapat bayaran lebih dari rata-rata aktor lain saat itu. Era ini juga merupakan era keemasan perfilman nasional karena banyaknya film yang diproduksi dan penampilan para aktor yang mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat.
Jenny yang pada akhir tahun 1970-an dikenal sebagai salah satu pemeran yang digelari "The Big Five" (selain Roy Marten, Doris Callebaute, Yati Octavia dan Robby Sugara). Jenny bisa memberikan akting yang mampu diapreasiasi kritikus. Oleh karena itu, ia diberi gelar "The Queen of Indonesian Cinema" oleh kalangan pegiat industri film Indonesia.[2]
Melalui kongres Persatuan Artis Film Indonesia pada 2006, Jenny terpilih sebagai ketua umum ke-8 organisasi aktor dan aktris film Indonesia tersebut untuk periode 2006—2010, menggantikan ketua umum sebelumnya, Eva Rosdiana Dewi.
Jenny sempat berhenti berkarier di dunia seni peran lebih dari 20 tahun, sebelum akhirnya kembali berakting dalam film Di Bawah Lindungan Ka'bah pada tahun 2011.
Kehidupan pribadi
Jenny pernah menikah dengan A. Hanafie, lalu bercerai dan menikah dengan Budi Prakoso (adik Setiawan Djodi).[3] Setelah itu, Jenny menikah dengan pria blasteran Indonesia-Australia, Nitiyudo Wachjo.[4] Sayang pernikahan ini berakhir pada 11 Desember 2007.[5] Tak lama menjanda, pada tanggal 18 April 2008, Jenny resmi disunting oleh Supradjarto, salah seorang direksi Bank BRI. Dalam pernikahan itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin bertindak sebagai wali hakim mempelai putri, sedangkan Hutomo Mandala Putra menjadi saksi pernikahan.[6]