Atas bantuan Ratih, Sri diterima jadi pembantu di rumahnya Ratih yang badung ternyata hamil. Untuk menutup malu keluarga ia dikawinkan dengan Joko yang ternyata bajingan. Mereka kawin dengan syarat kebajingan Joko membawa korban Sri hendak diperkosa. Untung selamat oleh teriakan Ajeng anak Ratih yang lekat pada Sri, akibatnya Sri harus pergi Ajeng ikut karena kelekatannya Sri ditolong Parto tukang becak. Mereka lari ke Jakarta. Kisah selanjut adalah rentetan kemalangan Sri di Jakarta antara lain terpisahnya Sri dari Parto.karena sebuah perkelahian antara tukang becak dan sopir bus. Film berakhir dengan bahagia Sri-Parto bersua kembali Joko-Ratih-Ajeng rukun kembali.[1]