Jason Ranti adalah anak sulung dari tiga bersaudara yang lahir di Jakarta pada 22 Oktober 1984. Ayahnya adalah seorang penerbang dan ibunya seorang mantan pramugari udara.[4]
Ketika Jason masih kecil, orang tuanya pindah dari Jakarta ke kawasan Pamulang, Tangerang dimana Jason dan adik-adiknya melewati masa kanak-kanak sampai dewasa di sana.
Sejak kecil, ibu Jason sering memperdengarkan musik kepadanya melalui pita kaset dan CD miliknya dan dari sinilah Jason pertama kali mendengarkan lagu-lagu yang terdengar asing di telinga anak-anak seusianya seperti Led Zeppelin, Jimi Hendrix, The Beatles, The Rolling Stones, Grand Funk Railroad, John Mayall, Simply Red, dan lain-lain. Jason kemudian mulai tertarik dengan alat musik gitar.[5]
Setelah lulus dari SMA Kolese Gonzaga Jakarta, Jason melanjutkan menuntut ilmu di Universitas Atma Jaya Jakarta dan meraih gelar Sarjana Psikologi. Sejak masih SMA, ia gemar bermain dengan cat dan kanvas tapi juga mulai tertarik dengan dunia sastra, dan untuk menyalurkan bakat bermain gitarnya ia bergabung dengan sebuah band asal Tangerang yaitu Stairway to Zinna. Ia pernah bekerja di sebuah bank swasta, restoran, dan sebagai guru privat.[6]
Tumbuh dan besar di sebuah keluarga Katolik, Jason menyebut Prof. Bambang Sugiharto, guru besar ilmu filsafat di Universitas Parahyangan, sebagai salah satu inspirasinya. Dalam bermusik, inspirasinya datang dari berbagai macam hal, mulai dari ceramah agama Emha Ainun Nadjib sampai pertandingan sepak bola.[6] Jason menyitir Nyanyian Angsa karya W.S. Rendra, "Hey Joe" karya Jimi Hendrix, dan Noel Gallagher dari Oasis sebagai inspirasinya yang lain.[7][8]
Karier
Album perdana Jason ini dirilis pada tahun 2017 oleh Demajors dan terdiri atas sebelas lagu; yang paling populer antara lain "Variasi Pink", "Bahaya Komunis", dan "Do'a Sejuta Umat". Jason mengakui bahwa album ini merupakan respon pribadinya atas realitas kehidupan masyarakat. Topik yang diangkatnya beragam, mulai dari agama, politik, pemuda, hingga komunisme. Meskipun banyak pengamat menyebutnya sebagai sebuah album folk, tetapi Jason sendiri menolak untuk melabeli musiknya ke dalam kategori tersebut.[9][10]
Sebuah singel berjudul "Lagunya Begini Nadanya Begitu" diciptakan Jason untuk penyair Sapardi Djoko Damono dan ia bawakan bersama Iwan Fals pada April 2019 dan Februari 2020.[11]
Kehidupan pribadi
Jason menikah dengan seorang dokter yang merupakan teman SMP-nya dan dikaruniai seorang anak laki.[7]