Menceritakan tentang sebuah pengalaman dan perjalanan yang panjang dari kota dan ketempat lainnya yang dilalui Jeje, lahirlah album ke 3 dari Jason Ranti yang diberi nama ‘Jalan Ninja’.
Setidaknya itulah yang Jeje rasakan dari pengalaman-pengalaman spiritualnya.[2]
Latar Belakang
Penyanyi Jason Ranti merilis album yang bertajuk Jalan Ninja pada 20 Maret 2022. Album ini merupakan kelanjutan dari dua album sebelumnya, yakni Akibat Pergaulan Blues (2017) dan Sekilas Info (2019).
Jason Ranti lantas menceritakan bahwa Jalan Ninja tercipta dari rasa bosan yang menghantui di setiap harinya. Oleh karena itu, Jason Ranti memutuskan untuk menepi sejenak untuk mencari suasana baru dengan berkelana ke Wonosari, Jawa Tengah. “Orang bilang itu kabur. Tapi, saya cuma menepi. Saya pergi ke Wonosari, ke rumah seseorang di sana,” kata Jason Ranti.
Di Wonosari, pria yang akrab disapa Jeje itu bertemu dengan Astopikaso, Farid Stevy, Bagus Dwi Danto hingga Iksan Skuter. Tanpa ada persiapan yang memadai, Jason Ranti mengatakan, ia melanjutkan perjalanan ke Surabaya, Kediri, Gresik, Jember, Pekalongan, Sukabumi, perbatasan Jawa-Bali, Lombok, dan kembali ke Bali.
“Saya tinggal di Canggu, mungkin. Ketemu Dadang Pranoto. Saya lupa apa yang terjadi, tapi ada pembicaraan di suatu tempat, dia bilang, ‘kita buat album saja’. Ya sudah, kita buat album gitu,” ungkap Jason Ranti. “Saya tidak merencanakan buat album, saya hanya merencanakan untuk kabur saja dari keseharian saya. Akhirnya, terjadi album gitu, tanpa saya rencanakan,” kata Jason Ranti melanjutkan.
“Saya dikasih gitar. Ini gitarnya, Cetta Gitar namanya, seperti ini dia senarnya. Lantas jadi album tanpa saya rencanakan gitu ya. Jadi seperti sebuah, sebuah jalan, saya bilang Jalan Ninja gitu,” ungkap Jason Ranti.[3]
Rilis dan Tanggapan
Pelepasan album ini akan dilakukan di Sarang Kobra lalu dibuka dengan rangkaian tur bernama “Jalan Ninja Akupunktur”. Tur ini merupakan satu obat dari kerinduan akan pertemuan, tatap muka, pertukaran gairah dan rasa akan barisan kata yang sering kali tidak berirama. Tidak lain dan tidak bukan untuk meningkatkan hormon serotonin di seluruh sendi-sendi dan saraf yang sudah terlalu lama menahan gejolak dan juga rasa. Bermisikan persatuan jalinan tali kasih yang tertunda serta menjadi ruang silahturahmi dan bercengkrama, Jejeboy siap berkumandang ke 20 kota idola di Pulau Jawa.
Perjalanan titik Akupunktur 20 kota ini akan berlangsung selama bulan Maret dan April 2022 dari Barat ke Timur, lewat Utara dan Selatan. Kota-kota idola yang akan Jejeboy singahi diantaranya, Tangerang, Cikampek, Cirebon, Kuningan, Pekalongan, Semarang, Salatiga, Surabaya, Bangkalan, Gresik, Sidoarjo, Malang, Kediri, Solo, Yogyakarta, Purwokerto, Tasikmalaya, Bandung, Sukabumi, dan Bogor.[4]
Album Jalan Ninja menarik karena dia menawarkan sisi personal Jason Ranti, sekaligus menyajikan corak yang sedikit berbeda. Musiknya menjadi lebih mewah dan berwarna, contohnya di "Kadang Jakarta Jadi Ungu" dan "Manhattan – Blok M". Barangkali hal tersebut dapat terwujud karena kehadiran kawan-kawannya yang turut andil dalam mengisi beberapa lagu. Ya, kali ini Jeje tidak "sendiri". Layaknya tokoh anime, dia ingin menunjukkan ada yang lebih penting dari skill individu, yaitu kekuatan pertemanan.
Hal lain yang juga membedakan Jeje di album ini adalah dia, entah kenapa, lebih banyak bermain rima dan diksi serius ketimbang hanya sekadar omongan nakal nan genit khas remaja. Beberapa kata nampak seperti dikoreksi dan diganti terlebih dahulu oleh Dadang Pranoto, personel Dialog Dini Hari yang jadi produser Jalan Ninja.
Buat sebagian pendengar, ini adalah hal yang bagus karena menunjukkan adanya perkembangan karakter. Namun sebagian lain yang mampir dan berhenti di lagu Jeje karena musiknya yang bohemian bisa jadi akan mengernyitkan dahi. Untuk golongan kedua inilah lagu seperti "Sabda Tiang Listrik" tetap dimunculkan di Jalan Ninja untuk menjadi penyelamat. Pukulan di liriknya dan petikan gitarnya terasa “Jeje banget”; tidak peduli aturan, menabrak nada, dan masa bodoh.[5]