Menjadi direktur utama
Irfan terpilih menjadi direktur utama Garuda Indonesia setelah mengalahkan dua nama lainnya yaitu Ignasius Jonan (mantan Menteri Perhubungan dan Menteri ESDM) dan Juliandra Nurtjahjo (direktur utama Citilink).[5] Ia dilantik bersama direktur lainnya seperti Wakil Direktur Utama, Dony Oskaria, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko, Fuad Rizal, Direktur Operasi, Tumpal Manumpak Hutapea, Direktur Human Capital, Aryaperwira Adileksana, Direktur Teknik Rahmat Hanafi, Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT Ade R. Susardi, dan Direktur Niaga dan Kargo M. Rizal Pahlevi.[2]
Beberapa pihak menuding bahwa ia dapat menjadi direktur utama karena dukungannya kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin dalam Pemilihan umum Presiden Indonesia 2019, ia sendiri tidak menampik memberi dukungan kepada pasangan tersebut namun ia menolak bahwa ia terlibat dalam Tim Kampanye Nasional Jokowi Maruf.[6]
Selama pandemi koronavirus 2019–2020, di bawah pimpinannya ia memutuskan untuk memotong gaji pegawai dengan presentase 10% hingga 50%, walaupun begitu untuk tunjangan hari raya tetap dibayarkan kepada pegawai sesuai aturan yang berlaku.[7][8]
Pada pertengahan November 2024, Posisi irfan sebagai Dirut Garuda Indonesia,[9] digantikan oleh Wamildan Tsani, seorang Eksekutif yang berasal dari Maskapai penerbangan Swasta Lion Air, lewat RUPSLB yang diselenggarakan di Kantor Pusat Garudan Indonesia