Perusahaan ini didirikan oleh Trakindo Utama pada bulan April 1997 untuk berbisnis di bidang penyewaan alat berat. Pada tahun 2002, perusahaan ini beralih ke bisnis kontraktor penambangan batu bara. Pada tahun 2010, Trakindo Utama mengalihkan mayoritas saham perusahaan ini ke ABM Investama.[2] Pada tahun 2015, perusahaan ini mendapat kontrak penambangan batu bara dari Adimitra Baratama Nusantara (anak usaha Toba Bara Sejahtera) senilai US$396 juta.[3]
Pada bulan September 2016, perusahaan ini mendapat kontrak penambangan batu bara dari Trisensa Mineral Utama (anak usaha Toba Bara Sejahtera) senilai Rp348 miliar.[4] Pada bulan Juli 2019, perusahaan ini mendapat kontrak penambangan batu bara dari Multi Harapan Utama senilai US$337 juta.[5] Pada bulan Desember 2019, perusahaan ini mendapat kontrak penambangan batu bara dari Binuang Mitra Bersama Blok Dua senilai Rp8 triliun.[6] Pada bulan Februari 2020, perusahaan ini mendapat kontrak penambangan batu bara dari empat anak usaha Golden Energy Mines senilai Rp7,4 triliun.[7]