Helmy Yahya (lahir 6 Maret 1963) adalah seorang pembawa acara televisi, aktor, produser dan politikus Indonesia keturunan Melayu Palembang yang menjabat sebagai Direktur Utama TVRI sejak 2017 hingga 2019. Adik dari musikus, pembawa acara televisi dan politikus Indonesia, Tantowi Yahya ini mengawali kariernya di dunia hiburan sejak 1989.
Kehidupan awal dan pendidikan
Helmy Yahya lahir dari keluarga anak pedagang kaki lima di Palembang. Ia merupakan anak terakhir dari 9 bersaudara dari pasangan H.M. Yahya Matusin dan Hj. Komariah Yahya. Helmy merupakan adik kandung dari Tantowi Yahya. Ia merupakan lulusan terbaik SD Negeri 115 Palembang pada 1975, SMP Negeri 2 Palembang pada 1978, dan SMA Negeri 1 Palembang pada 1981.[1]
Helmy tercatat sebagai lulusan SMA peringkat 5 tertinggi nasional sehingga diterima masuk Institut Pertanian Bogor tanpa tes melalui program Perintis 2. Di sana ia seangkatan dengan Said Didu dan Bustanul Arifin. Setelah dua bulan berkuliah, ia memutuskan untuk mengikuti seleksi dan lulus di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (kini bernama PKN STAN) agar menjamin biaya hidup selama berkuliah. Setelah menerima gaji pertamanya sebagai mahasiswa ikatan dinas pada tahun kedua berkuliah, pada hari berikutnya ayahnya meninggal dunia. Pada 1984, ia lulus program Diploma III dan diikuti dengan lulus program Diploma IV pada 1990. Pada 1990, dengan beasiswa Bank Dunia ia melanjutkan pendidikan Master of Professional Accounting (MPAcc) di Universitas Miami dan lulus pada 1992.[2][3][4]
Dalam kontestasi politik, Helmy tidak seberuntung kakaknya. Helmy tercatat telah empat kali mengikuti ajang pemilihan umum. Dalam pemilihan umum kepala daerah (pilkada) Provinsi Sumatera Selatan 2008 sebagai calon wakil gubernur, ia mengalami kekalahan mendampingi petahana Syahrial Oesman. Kemudian di Pilkada Kabupaten Ogan Ilir 2010 dan 2015, Helmy mencalonkan diri sebagai calon bupati tetapi juga belum mencapai hasil seperti yang diinginkannya.[6] Pada pemilihan umum legislatif Indonesia 2024, Helmy Yahya juga mengikuti Pemilihan Legislatif DPR RI pada daerah pemilihan Sumatera Selatan I melalui Partai Solidaritas Indonesia.[4]
Helmy Yahya dikenal sebagai "Raja Kuis Indonesia" setelah Ani Sumadi karena banyak melahirkan acara kuis di Indonesia yang melegenda dan beliau juga dijuluki sebagai "Raja Reality Show" karena telah membuat banyak Reality Show di berbagai TV Nasional di Indonesia. Dalam dunia televisi, Helmy Yahya telah meraih 26 Panasonic Gobel Awards baik sebagai presenter maupun sebagai creator dan produser. Ia juga merupakan salah satu Orang Indonesia yang mengantongi sekitar 30 Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dan 1 Rekor Dunia kategori Kuis Terlama melalui program 24 Hour Quiz. Tak hanya itu, Helmy Yahya pun dikenal sebagai Event Organizer yang handal karena telah berhasil memimpin penyelenggaraan event-event besar nasional termasuk acara Pembukaan dan Penutupan Pekan Olahraga Nasional 2004 di Palembang, SEA Games 2011 di Jakarta–Palembang, dan Pekan Olahraga Nasional 2012 di Riau. Kemudian dalam perjalanan karier Helmy Yahya, ia juga sempat dianugerahi penghargaan Tokoh Paling Kreatif Indonesia 2006 dari Yayasan Kreatifitas Indonesia, The Most Inspiring Person dari Departemen Sosial RI 2006, Indonesian Small Medium Business Award (ISMBEA) 2008. Kini Helmy Yahya dikenal sebagai seorang Creator Digital di YouTube dan TikTok dengan membahas hal seputar isu-isu sosial, kisah inspiratif, bisnis, dan konten-konten edukasi yang menarik, serta di kegiatan yang lain ia juga memimpin berbagai macam bisnis dan mengisi seminar terkait bisnis sehingga dikenal sebagai Business Coach dan oleh karena itu Majalah Forbes Indonesia menganugerahi Helmy Yahya sebagai Top 10 Digital Content Creator 2020.
Pada tahun 2009 dan 2010, ia mendirikan lembaga kursus Helmy Yahya Broadcasting Academy di Bandung, Surabaya, dan Jakarta.
Pada 29 November 2017, Helmy Yahya dilantik sebagai Direktur UtamaTelevisi Republik Indonesia (TVRI) periode 2017-2022.[7] Namun pada 16 Januari 2020 ia diberhentikan dengan hormat oleh Dewan Pengawas TVRI, sebelum menyelesaikan tugasnya.[8] Meski memimpin TVRI hanya dalam waktu 2 tahun 57 hari telah berhasil membuat TVRI kembali ditonton pemirsa dengan catatan naik dari peringkat terakhir (juru kunci) ke peringkat 8 Nasional serta sukses membawa 3 Program TVRI masuk ke dalam peringkat 10 Besar salah satunya masuk dalam peringkat 1. Tak hanya sampai di sana keberhasilan Helmy Yahya dalam memimpin TVRI, di tangan dinginnya ia berhasil membawa perubahan yang besar untuk TVRI sehingga untuk pertama kalinya TVRI meraih penghargaan Panasonic Gobel Awards dan Adam Malik Award di tahun 2018 serta penghargaan Piala Presiden untuk Film Pendek Dokumenter berjudul Jelajah Kopi serta penghargaan international untuk film pendek dokumenter. Helmy Yahya dapat juga dijuluki Bapak Perubahan TVRI karena ia lah yang mencetuk perubahan logo TVRI, alat dan program lainnya.
Selesai masa jabatannya di TVRI, Helmy Yahya dikenal sebagai YouTuber Indonesia yang sukses meraih silver playbutton hanya dalam waktu 3 minggu dan terpilih sebagai Top 10 Digital Content Creator 2020 oleh Majalah Forbes Indonesia. Selain itu, pada tahun 2020, ia juga memimpin sebagai CEO di R66 Media sebuah perusahaan management content creator yang memanajemen puluhan youtuber di Indonesia dan beliau juga aktif di bidang bisnis lainnya seperti kuliner, pariwisata, pangan, kesehatan, dan lain-lainnya.
Helmy Yahya juga dikenal sebagai communication coach yang banyak memberi seminar dan coaching bidang communication yang menyangkut public speaking, pitching, negotiation dan personal branding dan hal-hal terkait dengan bisnis. Ia juga aktif menulis buku bisnis, diantaranya yang telah terbit ialah Business Primbon, Who the Hell Are You, Breaking The Wall, Connect The Dots, dan pada tahun 2022 ia bersama tim mengabadikan hasil risetnya tentang Pengeliling Dunia Pertama ternyata Bukan Magellan melainkan seorang pelaut Indonesia bernama Enrique yang kala itu dibawa oleh Magellan untuk dijadikan navigator armadanya ke pulau Maluku.
Pada 9 September 2025, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengangkat Helmy Yahya sebagai Kepala Pelaksana Badan Pengelola (BP) Rebana menggantikan Bernardus Djonoputro. Selain sebagai Kepala Pelaksana BP Rebana, Helmy Yahya juga merupakan Komisaris Independen Bank BJB.[9]