Dalam balapan ini, Didier Pironi (Ferrari) yang mengawali lomba dari posisi terdepan mengalami masalah mesin dan mobilnya diam di grid saat lampu hijau menyala. Beberapa pembalap berhasil menghindari Pironi, tetapi Riccardo Paletti, yang mengawali lomba dari posisi 23, tidak dapat menghindar. Mobil Osella-Ford FA1C milik Paletti melaju dengan kecepatan sekitar 180 km/jam dan menghantam bagian belakang Ferrari Pironi dengan keras. Benturan tersebut menghancurkan bagian depan mobil Paletti dan menyebabkan cedera serius pada tubuhnya, terutama pada bagian dada dan kepala. Paletti juga terjebak di dalam kokpit yang ringsek. Paletti kemudian dilarikan ke rumah sakit, dengan kondisi cedera dada yang parah, termasuk patah tulang dada dan luka dalam akibat setir yang menghantam dadanya. Ia dinyatakan meninggal sekitar 40 menit setelah kecelakaan akibat trauma dada berat dan gagal jantung.