Bagan pemekaran GPI yang menghasilkan berbagai gereja mandiri di Indonesia, antara lain GPIBT.
GPIBT lahir dari hasil penginjilan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) yang pada pertama kalinya mengutus Ds. A. Rondonuwu ke Toli-Toli dan Ds. A.D. Siwy ke Buol. Awalnya, jemaat-jemaat yang berdiri ini disebut sebagai jemaat GMIM wilayah Buol dan wilayah Toli-Toli. Namun, setelah makin berkembang, maka dalam Sidang Sinode GMIM tanggal 14–18 Desember 1964 di Manado, diresmikan menjadi gereja yang berdiri sendiri dengan nama Gereja Protestan Indonesia di Buol Toli-toli (GPIBT). Pada Sidang Sinode yang pertama tanggal 18 April1965 ditetapkan Badan Pekerja Pertama dan terpilih sebagai ketua adalah Pdt. J.J.Ch.W. Wala.
Statistik
Jumlah gereja: 200 gereja
Jumlah jemaat: 51 jemaat
Jumlah anggota jemaat: 23.374 jiwa
Jumlah pendeta: 70 orang
Jumlah pelayan lainnya: 200 (diaken, viskaris, dan misionaris)