GITJ berdiri pada tanggal 30 Mei 1940 dari hasil penginjilan yang dilakukan oleh Pieter Janz dari Doopsgezinde Zendings-Vereniging (DZV) Belanda, yang dibantu oleh seorang penginjil pribumi bernama Kiai Ibrahim Tunggul Wulung. Semula GITJ hanya berada di sekitar wilayah Gunung Muria, tetapi kemudian berkembang ke Semarang, Salatiga, Yogyakarta, dan Sumatra.[1]
Statistik
Jumlah Gereja/jemaat: 120 gereja dewasa (per 2022)
Jumlah Anggota Jemaat: 68.205 jiwa
Jumlah Pendeta: 91 orang; Pendeta Emiritus: 24 orang; Pembantu Pendeta: 17 orang
Jumlah pelayan lainnya: 2.307 orang (Guru Injil, Penatua, Diaken, Guru Sekolah Minggu)
Kepersonaliaan
Ketua Umum: Pdt. Ch. Teguh Sayoga, S.Th., M.A., M.Pd.K.
Sekretaris Umum: Pdt. Edi Cahyono, S.Th., M.A.C.E.