Gerakan Propaganda Filipina merujuk kepada gerakan kelompok yang berbasis di Spanyol dengan tujuan untuk menyerukan reformasi politik di Filipina. Gerakan ini diinisiasi oleh berbagai elemen masyarakat mulai dari Indios (penduduk asli), Mestizo (ras campuran), Insulares (orang Spanyol yang lahir di Filipina, yang pada waktu itu dikenal sebagai "orang Filipina"), hingga Peninsulares (orang Spanyol yang lahir di Spanyol). Gerakan ini mempublikasikan tulisan berupa buku, selebaran, dan artikel surat kabar untuk mengedukasi masyarakat Spanyol mengenai keadaan di Filipina dan pentingnya reformasi. Gerakan ini aktif sekitar tahun 1880 hingga 1898, dan khususnya antara tahun 1880 dan 1895, sebelum Revolusi Filipina.[1][2] Anggota terkemuka dari gerakan ini termasuk José Rizal, sastrawan dan reformator yang menulis Noli Me Tángere dan El filibusterismo; Graciano López Jaena, penerbit La Solidaridad, organ utama gerakan tersebut; Mariano Ponce, sekretaris organisasi;[3] dan Marcelo H. del Pilar.
Gerakan ini menerima pengaruh intelektual yang sangat kuat dari Pencerahan Eropa, sebagaimana dibuktikan oleh tujuan-tujuan spesifik mereka sebagai berikut:
Mengembalikan perwakilan Filipina sebelumnya di Cortes Generales (Parlemen Spanyol) sesuai dengan Konstitusi Spanyol tahun 1812 (yang pada waktu itu ditarik kembali oleh elemen Konservatif pada tahun 1837).
Mensekularkan para imam (yaitu menggunakan pendeta sekuler atau diosesan alih-alih pendeta dari ordo religius).[4][5]
Mengesahkan legislasi kesetaraan antara Peninsulares (orang Spanyol yang lahir di Spanyol) dengan masyarakat kelas-kelas lain di kepulauan Filipina seperti Indios, Mestizos, dan Insulares.
Menegakkan kembali kewarganegaraan Spanyol untuk Indios dan Mestizos (yang juga ditarik kembali oleh elemen Konservatif pada tahun 1837).
Menetapkan kembali Filipina sebagai provinsi resmi Spanyol, dan bukan sebagai koloni atau sebagai "provinsi seberang laut".[6]
Menghapuskan kebijakan polo y servicios (kerja paksa) dan bandala (penjualan paksa produk lokal kepada pemerintah).
Menjamin kebebasan sipil dasar bagi semua penduduk Filipina.
Memberikan kesempatan bagi orang Indios, Mestizos, dan Insulares yang setara dengan Peninsulares untuk memasuki layanan pemerintah.
Domingo Abella, Direktur Arsip Nasional Filipina tahun 1967 dan 1976, berpendapat bahwa Gerakan Propaganda itu salah nama. Ia berpendapat bahwa gerakan itu seharusnya disebut Gerakan Kontrapropaganda, karena tugas utamanya adalah untuk melawan kampanye misinformasi yang disebarkan oleh beberapa kelompok konservatif di Spanyol dan kelompok Katolik mengenai keadaan di Filipina. Gerakan ini pada dasarnya merupakan kampanye informasi, sekaligus upaya untuk membangun simpati terhadap reformasi politik.[7]
Referensi
↑Schumacher, John (1997). The Propaganda Movement, 1880–1895: The Creation of Filipino Consciousness, the Making of the Revolution. Manila: Ateneo University Press. hlm.333. ISBN971-550-209-1.