Medium isotropis
Untuk tujuan penjelasan ini, sebuah medium padat dapat dikatakan isotropis jika regangan (deformasi) medium dalam merespons tegangan sama di segala arah. Misal
adalah vektor perpindahan suatu partikel dalam suatu medium dari posisi "istirahat"
akibat getaran elastis, yang dipahami sebagai fungsi dari posisi istirahat
dan waktu
. Deformasi medium pada titik tersebut dapat dijabarkan oleh tensor regangan
, matriks 3×3 yang elemennya merupakan

dengan
adalah turunan parsial terhadap koordinat posisi
. Tensor regangan berhubungan dengan tensor tegangan 3×3
melalui persamaan

Di sini
adalah fungsi delta Kronecker (1 jika
, 0 untuk kondisi lainnya) serta
dan
adalah parameter Lamé (
menjadi modulus geser material). Sehingga persamaan tersebut menjadi

Dari Hukum inersia Newton, juga didapat satu persamaan
dengan
adalah massa jenis (massa per satuan volume) medium pada titik tersebut, dan
adalah turunan parsial terhadap waktu. Menggabungkan dua persamaan terakhir, diperoleh persamaan gelombang seismik pada media homogen

Menggunakan notasi operator nabla pada kalkulus vektor,
, dengan berbagai aproksimasi, persamaan ini dapat ditulis sebagai

Menggunakan operator rotasi pada persamaan ini dan menerapkan vektor identitas, diperoleh persamaan

Persamaan ini merupakan persamaan gelombang yang berlaku pada besaran vektor
, yang merupakan regangan geser material. Solusi persamaan ini, gelombang-S, merupakan kombinasi linear dari gelombang bidang sinusoidal dengan berbagai panjang gelombang dan arah rambat, tetapi semua gelombang memiliki kecepatan sama sebesar 
Menggunakan operator divergensi terhadap persamaan gelombang seismik pada media homogen, alih-alih operator rotasi, menghasilkan persamaan gelombang yang menjabarkan perambatan besaran
, yang merupakan regangan tekan material. Solusi persamaan ini, gelombang-P, merambat pada kecepatan sebesar
, lebih dari dua kali lipat kecepatan
pada gelombang-S.
Gelombang SH keadaan tunak dijabarkan oleh persamaan Helmholtz[8]
dengan k adalah bilangan gelombang.