GADIS Sampul 1996 memiliki tema Peace, Love, and Friendship yang diadakan di Puri Agung, Hotel Sahid Jaya. Acara ini disponsori oleh H&R dan Lux Beauty Soap.
Malam Penobatan[9]
Malam penobatan di Puri Agung, Hotel Sahid Jaya pada Jumat, 28 Juni 1996 diberikan tema Love, Peace, and Friendship. Konsep malam penobatan GADIS Sampul 1996 ini dibuat dalam balutan drama musikal tentang cinta, perdamaian dan persahabatan yang dipadu musik dan fashion show.
Panggung malam penobatan GADIS Sampul 1996 dibuat dengan nuansa sebuah sekolah. Menjelang pukul 20:00, lampu-lampu di Puri Agung Sahid Jaya Hotel dipadamkan. Kemudian, layar monitor yang berada di tengah panggung memunculkan slide foto keempat belas finalis. Keriuhan dan tepuk tangan penonton mengiringi saat wajah finalis muncul di layar.
Lampu di panggung pun menyala kembali dan di sudut kanan panggung yang ditata menyerupai sebuah ruang kelas, empat pasang penari dari Tirtasari Pentasindo membuka acara dengan tarian dinamis dalam balutan ala murid sekolah. Keempat pasang penari itu menari di atas meja dan kursi yang ada di pojok panggung. Tiba-tiba, muncullah Taufik Savalas, yang berperan sebagai guru dengan peluitnya, menghentikan ulah muridnya (empat pasang penari dari Tirtasari Pentasindo) yang sedang heboh. Setelah selesai pembukaan acara dengan tarian dari Tirtasari Pentasindo, acara dilanjutkan dengan peragaan busana oleh alumni GADIS Sampul dan model pria pilihan GADIS yang memakai busana dari H&R. Sontak, suasana langsung riuh dan banyak penonton yang membawa kamera pocket mencoba maju mendekat ke arah panggung untuk mengambil gambar.
Suasana pun semakin heboh ketika 14 finalis muncul dalam balutan busana H&R dan memperagakan busana H&R yang dibuat untuk mereka. Kemudian, Melly Manuhutu muncul sebagai kakak kelas finalis yang meminta keempat belas finalis (yang dianggap murid baru) berbaris rapi. Kemudian, ia memberikan nomor peserta kepada para finalis.
Setelah penampilan keempat belas finalis, acara berlanjut ke peragaan busana karya Itang Yunasz yang dibawakan oleh Ria Pentasari, Maharani Djodi, Dewi Rezer, Jihan Fahira, Tessa Kaunang, Melanie Anggraini, Awang, Teddy Syach, dan Attila Syach. Selain sembilan model tersebut, muncullah Oka Sugawa yang ikut dalam peragaan busana karya Itang Yunasz. Selain sebagai model, Oka Sugawa menjadi pemeran dalam operet malam penobatan GADIS Sampul 1996 sebagai tokoh pria yang diperebutkan oleh Melly Manuhutu dan Dwi Deninta.
Setelah peragaan busana karya Itang Yunasz, acara dilanjutkan dengan peragaan busana karya Nicolaz Edo yang dibawakan oleh Aimee Juliette, Novita Angie, Ira Rayani, Egidia Savitri, Reviyanti, Dewi Sari, Pierre Rolland, Irgi Fahrezi, dan Gunawan Sudrajat. Selain itu, Dwi Deninta muncul dengan melakukan lip sync lagu Bawalah Daku Pergi yang dipopulerkan oleh Ruth Sahanaya.
Setelah peragaan busana dari Nicolaz Edo, Hedi Yunus muncul dengan menyanyikan lagu Prahara Cinta yang ditemani para model yang membawakan fashion show busana rancangan Rizaldy 1950.
Puncak dari operet dibuka dengan penampilan penari dari Tirtasari Pentasindo, Melly, Dwi, dan Oka yang melakukan gerakan-gerakan seakan berkelahi yang menggambarkan sengitnya persaingan antara Melly dan Dwi memperebutkan Oka. Sementara itu, para model yang dibalut baju Nicolaz Edo "memanasi" suasana. Pertengkaran berakhir setelah Pak Guru (Taufik Savalas) muncul untuk mendamaikan muridnya yang berseteru.
Suasana panas operet kemudian berubah menjadi semakin seru ketika para finalis memeperkenalkan diri mereka dengan dipandu Taufik Savalas yang menggojlok satu persatu finalis saat mereka diminta menampilkan bakat mereka di hadapan penonton oleh Taufik Savalas yang berperan sebagai Pak Guru. Beberapa finalis menampilkan bakat atau hobi mereka, seperti Senny Novianti yang diminta menari dan menyanyi, Tinneke Yulia yang rapping, Mirna Firuskhan diminta berjalan ala peragawati, dan Astrid Meliani yang menunjukkan kemahiran berbicara bahasa Perancis.
Setelah unjuk bakat keempat belas finalis, munculah Coboy yang membawakan cover lagu Bee Gees, How Deep Is Your Love, dengan diiringi fashion show produk H&R dan lagu hits mereka, Renungkanlah, dengan kemunculan Oka Sugawa sebagai penari latar yang memegang bunga mawar sebagai tanda ia ingin Melly dan Dwi berdamai.
Setelah penampilan Coboy, muncullah model-model yang memperagakan busana rancangan Jeanny Johanes dengan kemunculan Melly Manuhutu yang lip sync lagu Aku Ini Milik Siapa yang dipopulerkan oleh January Christy. Hedi Yunus pun kembali muncul setelah peragaan busana dan ia membawakan lagu hitsnya, Suratku, dengan adanya penampilan Dwi dan dua penari menari balet di sisi kanan panggung dan Oka Sugawa, yang mengharapkan perhatian Dwi, memegang bunga mawar di sisi kiri panggung.
Setelah penampilan Hedi Yunus, acara berlanjut ke peragaan busana karya Raizal Rais dengan iringan lagu Kala Senja Tenggelam yang dipopulerkan oleh Chrisye. Penampilan para model dan penari mendapaykan tepuk tangan panjang dari penonton yang hadir pada malam itu.
Acara pun mulai mendekati puncaknya, ketika GIGI muncul dan Armand Maulana, sang vokalis yang tampil kalem, menghibur penonton dengan tiga lagu Kuingin, Garis Warna, dan Janji. Penampilan mereka mendapatkan tepuk tangan meriah dari penonton.
Puncak acara pun dimulai dengan tampilnya para penari serta Oka, Melly, Dwi, dan Taufik menutup operet mereka. Melly, Dwi, dan Oka berdamai sambil mengumumkan tibalah saat yang ditunggu-tunggu penonton, yaitu penobatan GADIS Sampul 1996. Setelah Melly, Dwi, dan Oka kembali ke belakang panggung, muncullah empat belas finalis memperagakan busana penobatan yang dirancang oleh Adjie Notonegoro untuk keempat belas finalis. Para finalis tersenyum cantik meskipun hati mereka sedang berdebar-debar.
Setelah keempat belas finalis berbaris anggun di panggung, Taufik Savalas muncul dengan pakaian resmi. Ia pun memanggil Desy Ratnasari untuk mengumumkan GADIS Sampul Favorit Pilihan Pembaca. Desy pun muncul dan membacakan nama Anindhita Sriayu W. Dasuki, finalis asal Jakarta yang memenangkan penghargaan GADIS Sampul Favorit Pilihan Pembaca.
Kemudian, Taufik memanggil Gunawan dan Marcelino untuk mengumumkan Pemenang III. Gunawan dan Marcelino, yang membuat penonton histeris, pun membacakan nama Jane Allan, finalis asal Jakarta yang terpilih sebagai Pemenang III GADIS Sampul 1996. Acara pun berlanjut dengan kemunculan Atalarik Syach dan Thomas Djorghi yang diundang oleh Taufik untuk mengumumkan Pemenang II GADIS Sampul 1996. Kedua pemuda itu pun memanggil nama Mentari Mayangsari, finalis asal Depok yang menjadi Pemenang II GADIS Sampul 1996 dan mendapatkan kecupan dari Thomas dan Atalarik.
Momen yang ditunggu oleh semua yang hadir di Puri Agung Sahid Jaya Hotel pun tiba, yaitu pengumuman pemenang GADIS Sampul 1996. Lampu di panggung dipadamkan kemudian mengalun lagu GADIS Sampul yang diciptakan oleh Yovie Widianto dan dinyanyikan oleh Krisdayanti. Dari belakang panggung, muncullah Regina Pingkan, GADIS Sampul 1995, yang diikuti oleh alumni GADIS Sampul yang menjadi model pada malam itu. Regina Pingkan pun memutari para finalis dengan diiringi oleh lagu GADIS Sampul. Ketika lagu berakhir, Regina Pingkan mendekati Diandra Paramita Sastrowardoyo atau Dian Sastrowardoyo, finalis dari Jakarta, dan menyematkan selempang kepada Dian yang memang dijagokan oleh banyak penonton pada malam itu. Dian pun mendapatkan rangkaian kecupan ucapan selamat dari sesama finalis yang mengiringi keharuannya setelah terpilih sebagai pemenang.