Karantina dan Malam Penobatan
Karantina Gadis Sampul 1989 diadakan selama 6 hari dari tanggal 13 - 18 Juni 1989. Sementara malam penobatan Gadis Sampul 1989 diadakan pada 17 Juni 1989 di Balai Sidang Jakarta. Selama 6 hari, 20 gadis remaja bersaing untuk mendapatkan predikat sebagai pemenang dan menjalin persahabatan dengan teman-teman baru.
Selasa, 13 Juni 1989
Saat 20 gadis remaja itu sampai di kantor redaksi Gadis di Kuningan, Jakarta Selatan, mereka langsung disambut oleh para kru redaksi yang membagikan hadiah untuk para finalis. Mereka diminta membuka hadiah yang mereka dapatkan. Semua finalis sibuk membuka hadiah. Mereka mencari kamera yang menjadi incaran kedua puluh finalis sembari membuka paket berisi sepatu Phoenix, sepatu hitam berpita, paket Pixy, permen Trebor, dan sebuah tas. Mereka pun bersemangat mengikuti acara karantina Gadis Sampul 1989. Setelah para finalis menemukan kamera yang menjadi hadiah untuk mereka, beberapa finalis langsung berpose sementara finalis lainnya menjadi fotografer dadakan.
Setelah acara pembukaan karantina dan acara pembagian hadiah, 20 finalis diajak mengunjungi pabrik Tira Jeans di Sunter. Sesampainya di pabrik Tira Jeans, mereka langsung meminta untuk mengintip proses pembuatan produk Tira Jeans. Setelah selesai acara kunjungan, para finalis mendapatkan hadiah celana jeans dan t-shirt untuk semua finalis dan hadiah tambahan untuk finalis yang memakai produk Tira Jeans.
Setelah kunjunga ke pabrik Tira Jeans, para finalis kembali ke kantor redaksi majalah Gadis di Kuningan untuk menerima tamu. Tamu yang berkunjung ke kantor redaksi majalah GADIS adalah wartawan dari berbagai media massa yang langsung mengambil kesempatan untuk mewawancarai pada finalis dan beberapa alumni Gadis Sampul yang sudah terkenal seperti Zara Zettira, Btari Karlinda, Monika Gunawanova, Ismi Dalia Andajani, dan Desy Ratnasari.
Pada malam harinya, para finalis dibawa untuk makan malam di Bakmi Gajah Mada yang terletak di Studio 21 (Jalan M. H. Thamrin). Suasana makan malam di Bakmi Gajah Mada sangat ramai karena para finalis tidak hanya makan malam, tetapi mereka membagikan brosur acara "Pesta Remaja" untuk para pengunjung lain termasuk Btari Karlinda, Tania Titaley, Ismi Dalia Andajani, dan Desy Ratnasari.
Rabu, 14 Juni 1989
Setelah sarapan di Sriwedari Restaurant yang terletak di Hotel Hilton, para finalis langsung mendatangi Hanky Salon. 20 finalis pun langsung berbaris saat mereka berada di Hanky Salon. Tim Hanky Salon pun dengan sigap melayani kebutuhan cuci rambut, tata rias, hingga pengeringan rambut. Setelah keluar dari Hanky Salon, para finalis tampak lebih segar.
Setelah selesai perawatan di Hanky Salon, para finalis dibawa ke Ruang Serba Guna Gedung Femina, Kuningan (di mana kantor redaksi GADIS berada) untuk melakukan pemotretan. Pemotretan kali ini adalah foto untuk bahan penjurian Gadis Sampul 1989. Para finalis beradu luwes di hadapan pengarah gaya dan fotografer dengan ditemani lagu "Like A Prayer" yang dipopulerkan oleh Madonna.
Setelah pemotretan, para finalis diajak berbelanja di Keris Gallery yang memberikan kupon berbelanja gratis untuk kedua puluh finalis. Para finalis langsung menyerbu koleksi yang ada. Mereka pun saling menimbang dan saling bertanya antar sesama finalis. Setelah puas berbelanja, para finalis makan malam di Keris Cafe.
Setelah makan malam di Keris Cafe, para finalis kembali ke hotel dan berdandan. Mereka akan melemaskan otot-otot di Oriental Diskotik.
Kamis, 15 Juni 1989
Aktivitas yang diikuti oleh para finalis hari ini adalah belajar tentang dunia modelling. Mereka pun dibawa oleh para panitia ke John Robert Powers untuk belajar seluk beluk dunia modelling. Para finalis diajari oleh Ibu Mien R. Uno dan Mbak Dhanny Dahlan. Mereka diminta praktek berpose di depan kaca atau mencoba berjalan di atas catwalk. Makan siang di hari ini adalah ayam goreng dan es krim dari Texas Fried Chicken.
Pada malam hari setelah makan malam di kantor redaksi GADIS, para finalis berlatih untuk tampil di atas panggung pesta remaja oleh Dhanny Dahlan. Para finalis sudah tampak lebih luwes setelah pelatihan di John Robert Powers.
Jumat, 16 Juni 1989
Setelah sarapan pagi, para finalis dibawa untuk pemotretan dengan didandani oleh tim dari Rendy Salon. Kru dari Rendy Salon memuji para finalis yang cantik dan bekerja keras untuk mendandani para finalis agar tampil cantik saat pemotretan. Pemotretan kali ini diarahkan oleh Ria Sirdjono sebagai pengarah gaya dan Prie Anugrah yang bertugas memotret para finalis. Pemotretan ini dilakukan di parkir Balai Sidang Jakarta dengan satpam Balai Sidang yang menjadi model tamu.
Pada malam harinya, kedua puluh gadis yang terpilih dari berbagai kota ini menghadapi penjurian. Hal ini membuat jantung mereka berdebar-debar. Para finalis pun bertanya tentang materi penjurian kepada panitia yang juga tidak tahu finalis akan diberi pertanyaan seperti apa. Juri-juri yang akan menilai 20 finalis adalah:
Sabtu, 17 Juni 1989
Setelah sarapan pagi, para finalis dibawa ke Balai Sidang untuk mengikuti gladi resik acara "Pesta Remaja" yang sekaligus menjadi acara penobatan GADIS Sampul 1989. Para finalis menikmati saat gladi resik, khususnya saat GSP Production memainkan jingle Gadis yang membuat semua yang hadir lupa dan asik bergoyang.
Pada malamnya, acara Pesta Remaja dimulai. Alumni GADIS Sampul dan model majalah GADIS ikut sibuk menerima tamu yang datang. Acara Pesta Remaja ini tidak terasa hingga sesi utama: pengumuman pemenang. Pengumuman pemenang yang dibacakan oleh Dhanny Dahlan, yang merupakan ketua dewan juri, sempat membuat semua orang penasaran. Bagian ini memang membuat panitia, finalis, pengisi acara, hingga penonton penasaran. Selain itu, penonton yang hadir pun dibuat penasaran oleh hadiah door prize dari Trebor, Pixy, dan Texas Fried Chicken.
Hadiah untuk pemenang Gadis Sampul 1989 sangatlah banyak. Selain piala dan produk dari Tira, Phoenix, Pixy, Trebor, Keris Gallery, ditambah jam tangan dan tas, mereka masih mendapatkan hadiah lainnya. Pemenang pertama mendapatkan 1 buah stereo set dan hair dryer, pemenang kedua mendapatkan televisi berwarna dan boneka, pemenang ketiga mendapatkan sebuah box fan, hair dryer, sepatu olahraga, dan hair brush. Sementara pemenang favorit pilihan pembaca berhak mendapatkan hadiah sebuah box fan, hair dryer, dan sepatu olahraga.
Para pemenang pun berjabatan tangan dengan para pemenang Gadis Sampul 1988, Mareta Artuti, Desy Ratnasari, dan Ismi Dalia Andajani juga perwakilan dari Femina Group, Mitra Kartohadipradjodan Pia Alisjahbana. Para pemenang tersenyum dan meneteskan air mata bahagia.
Minggu, 18 Juni 1989
Keesokan hari setelah malam penobatan dan Pesta Remaja, para finalis yang tidak menang tetap tersenyum meskipun mereka lelah. Apalagi saat "rencana jahil" mereka terwujud. Rencana jahil mereka adalah menceburkan para pemenang ke kolam renang di hotel tempat mereka menginap.
Mereka pura-pura berfoto bersama di pinggir kolam renang bersama para pemenang. Saat tombol kamera di tekan, mereka langsung mendorong beberapa pemenang ke dalam kolam renang. Ditambah mereka mengejar Terry Luana Irmalia, sang Gadis Sampul, yang mencari bagian kolam renang yang dangkal karena tidak bisa berenang. Bahkan Ria HD, yang berlaku sebagai chaperone, pun menjadi sasaran didorong ke kolam renang. Setelah itu, para finalis yang tidak menang menceburkan diri ke kolam renang.
Berakhir sudah karantina Gadis Sampul 1989 dan para finalis pun kembali ke tempat asalnya setelah penutupan di kantor redaksi majalah GADIS.