| Fishcake |
|---|
| Nama lain | Eomuk, kamaboko, bakwan ikan, fish patty |
|---|
| Jenis | Hidangan ikan goreng |
|---|
| Tempat asal | Berbagai negara (Korea Selatan, Jepang, Inggris, Indonesia, dsb.) |
|---|
| Bahan utama | Ikan cincang atau surimi, tepung, telur, rempah |
|---|
| Aneka | Versi kentang (Inggris), versi surimi (Asia Timur), versi rempah (Asia Tenggara) |
|---|
|
|
Fishcake adalah makanan berbentuk kue atau bola yang terbuat dari ikan cincang atau pasta ikan (surimi) yang dicampur tepung, telur, dan bumbu, kemudian digoreng atau direbus. Hidangan ini muncul di banyak negara dengan nama dan bentuk berbeda, tetapi dasarnya sama, yaitu memanfaatkan ikan murah atau sisa ikan agar tidak terbuang. Di Asia Timur, fishcake lebih mengandalkan surimi dan sering direbus; di Eropa, biasanya dicampur kentang dan digoreng; di Asia Tenggara, rempah-rempah lokal memberi rasa yang lebih kuat.[1]
Di Korea Selatan, fishcake disebut eomuk atau odeng. Bahan dasarnya ikan putih seperti pollock atau cod yang dihaluskan, dicampur tepung terigu, wortel parut, bawang hijau, dan sedikit gula. Adonan dibentuk silinder panjang, direbus sebentar, lalu ditusuk sate dan disajikan dengan kuah kaldu panas di pinggir jalan. Pada musim dingin, eomuk-guk (sup fishcake) jadi makanan penghangat yang murah meriah.[2]
Di Jepang, fishcake dikenal sebagai kamaboko atau satsuma-age. Surimi dibentuk setengah lingkaran di atas papan kayu, dikukus, lalu dipotong tipis untuk ramen atau oden. Versi gorengnya lebih tebal dan sering dijual di toko kelontong sebagai camilan. Tekstur kenyalnya jadi ciri khas, dan warna merah-putih sering dipakai untuk perayaan tahun baru.[1]
Di Inggris, fishcake adalah campuran ikan asap atau ikan putih rebus dengan kentang tumbuk, dibentuk patty, dibalut tepung roti, lalu digoreng. Hidangan ini lahir dari kebiasaan menghemat bahan setelah Perang Dunia II, ketika ikan dan kentang masih tersedia meski daging langka. Sekarang fishcake sering dijual beku di supermarket atau disajikan bersama fish and chips di pub.[3]
Di Indonesia, fishcake muncul dalam bentuk bakwan ikan atau perkedel ikan. Ikan tenggiri atau ikan kembung dicincang halus, dicampur tepung beras, telur, bawang putih, merica, dan daun bawang, lalu digoreng hingga kecokelatan. Biasa dijual di pasar tradisional sebagai lauk nasi atau camilan sore, harganya terjangkau karena memanfaatkan ikan musiman yang murah.[1]
Cara membuatnya pada dasarnya sama di mana-mana. Pertama, ikan dihaluskan (dengan food processor atau diulek), dicampur pengikat seperti tepung atau kentang, diberi bumbu, dibentuk, lalu dimasak. Di rumah, fishcake bisa dibuat dari sisa ikan kemarin, dicampur kentang rebus, dibentuk bulat pipih, digoreng sebentar, dan jadi lauk dadakan..[4]