Ra Fahmi merupakan putra dari pasangan K.H. Abdul Haq Zaini, Lc. - Ny. Hj. Nuri Firdausiyah. Dari jalur sang ayah, Ra Fahmi merupakan cucu K.H. Zaini Mun’im, pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Nurul Jadid. KH Zaini merupakan ulama asal Pamekasan, Madura. Karena itulah, ada sebutan Lora di depan nama Fahmi AHZ.
Kata Lora berasal dari Bahasa Madura. Kata ini digunakan sebagai panggilan untuk anak laki-laki dari seorang kiai atau orang terhormat.
Meski lahir di lingkungan pesantren, Ra Fahmi memiliki semangat egaliter. Ia tak pilih-pilih dalam bergaul. Figur kelahiran 17 November 1985 ini juga aktif berorganisasi sejak kecil.[3]
Karier dan organisasi
Gus Fahmi telah aktif dalam berbagai bidang, terutama di lingkungan pesantren, organisasi keagamaan, dan politik. Kariernya dimulai di Pondok Pesantren Nurul Jadid, di mana ia menjabat sebagai Kepala Biro Pengembangan Pesantren dari 2013 hingga 2018. Setelah itu, ia kembali mengemban amanah sebagai Kepala Biro PULH Pesantren Nurul Jadid untuk periode 2024–2026 serta menjabat sebagai Direktur PPIQ Pesantren Nurul Jadid sejak 2020 hingga 2025. Selain itu, ia juga menjadi Ketua I Insan Qur'ani Pondok Pesantren Nurul Qur'an untuk periode 2020–2025.
Kemudian, pada tahun 2014 melanjutkan studi ke S1 Teknik Informatika di Universitas Nurul Jadid, Probolinggo, dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2018. Saat ini, Ra Fahmi tengah melanjutkan studinya ke jenjang S2 Administrasi Publik di Universitas Brawijaya, Malang. 2025–sekarang.[10]
Tidak hanya itu, Gus Fahmi juga sempat mendalami ilmu agama dan bahasa di Pondok Pesantren Gedang Sewu, Pare, Kediri, yang terkenal sebagai pusat pembelajaran bahasa Arab dan kitab kuning. Pengalaman belajar di berbagai pesantren ini memberikan bekal kuat bagi Gus Fahmi dalam pemahaman keislaman, kepemimpinan, serta pengabdiannya di masyarakat.[11]