Fabrosaurus dinamai dan dideskripsikan oleh paleontolog Leonard Ginsburg pada 1964 bedasarkan spesimen holotipe MNHN LES9, yang merupakan sebuah bagian dari tulang rahang dengan tiga gigi. Namanya memiliki arti "Kadal milik Fabre", untuk menghormati Jean Fabre, seorang geolog Perancis dan kolega dari Ginsburg pada ekspedisi yang menemukan fosil holotipe ini di Basutoland (sekarang Lesotho). Spesies tipenya, F. australis, dinamai dari lokasi ditemukannya fosil ini, yaitu di Formasi Elliot, Lesotho, selatan Afrika (australis adalah kata latin untuk "selatan"). Genus ini awalnya dimuaskkan didalam kelompok Scelidosauridae oleh Ginsburg (1964), tetapi studi belakangan menempatkannya sebagai ornithischia basal.[3][4]
Belakangan, fosil-fosil baru dari Fabrosaurus ditemukan, yang mencakup dua tengkorak hancur dan tulang pasca-kranium yang terdisartikulasi (juga dengan vertebra, rusuk dan tulang lengan). Hal ini memungkinkan rekontruksi yang lebih lengkap.[5] Namun, seiring fosil ornithischia baru ditemukan, fitur tubuh dari F. australis dahulunya dianggap dapat ditemukan pada spesies lain, dan hingga dekade 1990-an dan 2000-an, kebanyakan penulis yang bekerja dengan kelompok ini menemukan genus ini sebagai sebuah nomen dubium, menemukan bahwa material yang dideskripsikan oleh Ginsburg kurang memadai untuk membedakan sebuah takson baru. Beberapa mengklaim bahwa fosilnya merepresentasikan sebuah variasi sederhana dari Lesothosaurus, yang dianggap sebagai takson valid.[6]
↑Ginsburg, L., (1964), "Decouverte d’un Scelidosaurien (Dinosaure ornithischien) dans le Trias superieur du Basutoland", Comptes Rendus de l'Académie des Sciences de Paris, 258; 2366–2368.