Eyalet Habesh (Turki Otoman:ایالت حبش; Eyālet-i Ḥabeşcode: ota is deprecated ),[4] adalah eyaletUtsmaniyah. Eyalet ini juga dikenal dengan nama Eyalet Jeddah dan Habesh karena beribu kotakan Jeddah[5] dan Eyalet Habesh dan Hejaz.[6] Eyalet ini merentang di sepanjang pesisir Hijaz dan Afrika Timur Laut yang berbatasan dengan cekungan Laut Merah.[5] Di Afrika, eyalet ini mencakup Massawa, Hirgigo, Suakin, dan sekitarnya.
Seperti daerah kekuasaannya di Afrika Utara, Yaman, Bahrain, dan Lahsa, Kesultanan Utsmaniyah tidak punya "kekuasaan efektif dan jangka panjang" kecuali di pelabuhan-pelabuhan yang memiliki pangkalan tentara Utsmaniyah.[7]
12National Archives (Great Britain) (2004). Islam: 1916-1917. Archive Editions. hlm.328. ISBN978-1-84097-070-8. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-16. Diakses tanggal 2013-06-01. Immediately, therefore, after the complete conquest of the lied Sea basin had been accomplished, a new province was formed —the Eyalet of Jeddah and Habecb (Abyssinia), with Jeddah for its chief town. It included the coast of Hejaz and, on the other side, that of Africa; the latter comprising the ports of Suakin, Massowah, Zeila, Berbera, Obok, Tadjuru, Ac, with the territory behind them.
Özbaran, Salih (1994), The Ottoman Response to European Expansion: Studies on Ottoman-Portuguese Relations in the Indian Ocean and Ottoman Administration in the Arab Lands During the Sixteenth Century, Isis Press