Emplasemenyard adalah emplasemen yang digunakan untuk memindahkan, memisahkan, atau menyusun rangkaian kereta api yang disebut juga sebagai proses langsir.
Penggunaan
Penggunaan emplasemen langsir diatur dalam PP no. 72 tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan adalah sebagai berikut:[1][2][3]
Dinas langsir
Dalam kegiatan langsir terdapat penggunaan seperti:
Emplasemen langsir biasanya memiliki banyak jalur untuk kegiatan pelangsiran sehingga diperlukan lahan yang lebih luas, umumnya emplasemen yang dikhususkan untuk langsir terdapat pada sisi lain stasiun, namun kegiatan langsir juga dapat dilaksanakan di emplasemen stasiun dengan ketentuan tidak mengganggu pola perjalanan kereta api reguler atau mengganggu proses naik turun penumpang di peron stasiun.[1]
Gerakan langsir pada stasiun dibatasi oleh markah pembatas langsir yang terletak di sebelah kiri jalur, sarana penggerak atau lokomotif diperbolehkan berjalan apabila dua buah lampu berwarna putih pada sinyal langsir menyala.[4][5]
Emplasemen langsir khusus
Emplasemen yang dikhususkan untuk kegiatan langsir diantaranya:
Jalur khusus yang disediakan untuk kegiatan langsir, seperti sepur simpan dan sepur badug. Pada stasiun penumpang, biasanya diletakan di jalur yang tidak memiliki peron.
Jenis
Emplasemen datar
Lokomotif, gerbong atau kereta didorong oleh saran penggerak ke lokasi yang diinginkan dan dibangun di lahan datar.[6]
Emplasemen gravitasi
Emplasemen gravitasi mulai digagas pada abad ke-19; dibangun di lahan yang miring atau landai untuk menghemat penggunaan sarana penggerak atau lokomotif. Pola pengoperasian ini membiarkan gerbong menggelinding dan berjalan ke suatu tempat melalui rute yang ditentukan akibat gravitasi dari lahan yang miring.
Emplasemen gravitasi ini tidak digunakan di Indonesia, namun dalam sejarah penggunannya pernah digunakan emplasemen gravitasi di Stasiun Cipinang. Prinsip lain dari emplasemen gravitasi uga digunakan pada emplasemen langsir bertipe emplasemen bukit langsir.[7]
Emplasemen bukit langsir
Emplasemen bukit langsir dianggap sebagai emplasemen langsir dengan metode yang efisien daripada emplasemen datar maupun gravitasi. Dalam sehari, bukit langsir d bisa melangsir dan menyusun rangkaian hingga lebih dali 1000 gerbong. Konsep bukit langsir hampir sama dengan Marshalling yard, tetapi gradien turunan sangat terbatas. Tidak seperti Marshalling yard, tidak seluruh rel bukit langsir diletakan pada lahan yang miring atau landai.[8] Sehingga gerbong yang dibiarkan berjalan tanpa lokomotif hanya terdapat pada beberapa petak saja, seperti petak pada bagian punuk emplasemen langsir atau mangkuk klasifikasi.[9] Biasanya, bukit langsir memimiliki jumlah rel sebanyak 20 sampai 40 jalur tergantung seberapa banyak rangkaian yang disimpan. Di Amerika, bukit langsir memiliki lebih dari 40 jalur dalam satu emplasemen langsir. Terdiri dari 5-6 klaster gerbong yang saling dihubungkan dengan sepur tunggal kedua ujung klaster atau dengan petak balon.[10] Pada emplasemen langsir Bailey di Denver, Colorado memiliki dari lebih dari 200 jalur yang dioperasikan secara terpisah melalui masing-masing klaster.[11]
Galeri
Salah satu emplasemen langsir berjenis datar di Indonesia, berada di Stasiun Sidotopo dengan jumlah rel sebanyak 17 jalur.