Efesus 3 (disingkat Ef 3) adalah bagian dari Surat Paulus kepada Jemaat di Efesus dalam Perjanjian Baru di AlkitabKristen.[1][2] Secara tradisional, surat ini diyakini ditulis oleh Rasul Paulus ketika ia berada di penjara di Roma (sekitar tahun 62 M), tetapi belakangan ini, terdapat dugaan bahwa surat ini ditulis antara tahun 80 dan 100 M oleh penulis lain yang menggunakan nama dan gaya penulisan Paulus.[3][4] Bab ini merupakan bagian dari doa panjang Paulus (dari Efesus 1:3 sampai Efesus 3:21), dengan bagian khusus mengenai pengelolaan Paulus atas misteri ilahi yang agung, permohonan agar Kristus tinggal di dalam hati orang percaya, dan sebuah doksologi.[5] Digubah oleh rasul Paulus.[6]
Teks
Surat aslinya diyakini ditulis dalam bahasa Yunani dan ditujukan kepada jemaat gereja di kota Efesus.
Sejumlah naskah kuno tertua terlestarikan yang memuat salinan pasal ini antara lain:
Papirus 46 (diperkirakan dibuat sekitar tahun 200 M)
Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus,[7]
Paulus berbicara mengenai "rahasia Kristus" yang tersembunyi selama berabad-abad dalam Allah (Efesus 3:9) dan kini diperkenalkan melalui wahyu (ayat Ef 3:3) oleh Roh Kudus kepada para rasul dan nabi (Efesus 3:5). Rahasia itu ialah maksud Allah "untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi" (Efesus 1:10), dan untuk memasukkan orang dari semua bangsa dalam janji mengenai hidup dan keselamatan (ayat Ef 3:6; Rom 16:25-26; 2Tim 1:1). Dari orang Yahudi dan bukan Yahudi Allah menciptakan "dalam Kristus Yesus" (ayat Ef 3:6) sebuah umat yang baru bagi diri-Nya (Ef 1:4-6; 2:16; 4:4,16; Mat 16:18; Kol 1:24-28; 1Pet 2:9-10).[8]
Ayat 16
Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,[9]
"Batin" yang diteguhkan Roh Kudus berarti semua perasaan, pikiran, dan maksud kita makin lama makin tunduk kepada pengaruh dan pengarahan-Nya sehingga Roh dapat menyatakan kuasa-Nya melalui kita dalam cara yang lebih besar. Peneguhan ini mempunyai empat tujuan:
(1) supaya Kristus dapat memantapkan kehadiran-Nya di dalam hati kita (Ef 3:16-17; bd. Roma 8:9-10);
(2) supaya kita berakar di dalam kasih yang sungguh-sungguh kepada Allah, Kristus, dan sesama manusia;
(3) supaya kita dapat memahami di dalam pikiran dan mengalami di dalam hidup, kasih Kristus kepada kita (ayat Ef 3:18-19);
(4) supaya kita dipenuhi dengan "seluruh kepenuhan Allah" (Ef 3:19), yaitu supaya kehadiran Allah sedemikian memenuhi kita sehingga kita mencerminkan dari batin kita kodrat dan sifat yang dimiliki Tuhan Yesus Kristus (bd. Ef 4:13,15,22-24).[8]
Referensi
↑Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
↑John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 9794159050.