Kantor residen Keresidenan Selatan-Timur Borneo di Banjarmasin sekitar tahun 1910, di depannya terdapat tugu Perang Banjar.
Divisi Selatan dan Timur Borneo mulai dipimpin oleh Residen Martinus Hendrikus Halewijn pada tahun 1825. Residen terakhir dijabat Bauke Jan Haga, sebelum seluruh wilayah Borneo membentuk sebuah kegubernuran.[1]
Pendudukan Jepang
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya.
↑DA merupakan kodeletter semata untuk Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo berdasarkan urutan yang sudah ditetapkan pemerintah Hindia Belanda oleh F.N. Nieuwenhuyzen, tetapi masih ada yang menyebutkannya bahwa pelat DA merupakan singkatan dari Distrik Amandit (bahasa Belanda: District Amandit), Dayak Asli, atau Daerah Air.[4][5]
↑Isi daftarnya masih belum lengkap, jika Anda mengetahui banyak tentang daftarnya pada bagian ini tolong ditambahkan.
12Nick Terstal; Ed Visser (20 Desember 2020). "Dutch East Indies Colonial Civil Servants". WikiTree (dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda). Diakses tanggal 30 Agustus 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
12Nick Terstal; Ed Visser (20 Desember 2020). "Dutch East Indies Colonial Civil Servants". WikiTree (dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda). Diakses tanggal 30 Agustus 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
↑Nick Terstal; Ed Visser (20 Desember 2020). "Dutch East Indies Colonial Civil Servants". WikiTree (dalam bahasa Inggris dan bahasa Belanda). Diakses tanggal 30 Agustus 2025. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)