Afdeling Sampit adalah bekas wilayah administratif Hindia Belanda yang terletak di bagian selatan dan timur Kalimantan. Berdasarkan Staatblad No. 178 tahun 1898, wilayah ini dikenal dengan nama Afdeeling Zuid en Oost Borneo (Afdeling Selatan dan Timur Borneo) dan merupakan bagian dari Karesidenan Borneo Selatan dan Timur. Ibu kota afdeling ini adalah Sampit.'
Struktur Administratif
Berdasarkan Staatblad No. 178 tahun 1898, Afdeling Sampit terdiri dari beberapa distrik dan onderdistrik sebagai berikut:
Kerajaan Kota Waringin (leenplichtig) dengan wilayah:
Lanskap Koemai
Sebagian Lanskap Djelei
Pembagian Wilayah Pasca-Kemerdekaan
Setelah Indonesia merdeka, wilayah Afdeling Sampit mengalami perubahan administratif sebagai berikut:
Distrik Sampit menjadi bagian dari Kabupaten Kotawaringin Timur.
Distrik Mendawai menjadi bagian dari Kabupaten Katingan.
Distrik Pembuang menjadi bagian dari Kabupaten Seruyan.
Kerajaan Kota Waringin meliputi Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Lamandau.
Sebagian Lanskap Djelei menjadi bagian dari Kabupaten Sukamara.
Upaya Pemekaran Wilayah
Afdeling Sampit, atau yang dikenal dengan sebutan Kotawaringin Raya, saat ini sedang berupaya untuk menjadi provinsi baru sebagai hasil pemekaran dari Provinsi Kalimantan Tengah. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan pemerataan pembangunan dan pelayanan publik di wilayah tersebut.