Dinasti Haryanka, yang didirikan oleh Bimbisara, memegang kekuasaan di Magadha dengan Rajagriha sebagai pusat pemerintahan pertamanya. Meskipun naskah Buddha Mahavamsa mencatat periode kekuasaan mereka antara tahun 544 SM hingga 413 SM, sebagian ahli sejarah cenderung mendukung kronologi yang lebih muda, yakni dari abad ke-5 SM hingga paruh pertama abad ke-4 SM. Pusat pemerintahan dinasti ini kemudian direlokasi ke Pataliputra (dekat Patna) pada masa kepemimpinan Udayin.
Mengacu pada catatan Mahavamsa, suksesi kekuasaan terjadi ketika Bhattiya menyerahkan takhta kepada putranya, Bimbisara, yang saat itu baru berusia lima belas tahun. Pada akhirnya, hegemoni dinasti ini berakhir dan digantikan oleh Dinasti Shaishunaga.[6]
Tata Kelola
Berdasarkan referensi dari naskah-naskah kuno, Dinasti Haryanka menerapkan sistem administrasi yang terstruktur. Di tingkat lokal, kepemimpinan dipegang oleh Gramaka yang mengetuai majelis desa. Sementara itu, wewenang yang lebih luas mencakup fungsi eksekutif, yudikatif, dan militer dijalankan oleh pejabat tinggi yang dikenal sebagai Mahamatra.[7]
Dalam perspektif sejarah, kurun waktu ini berjalan paralel dengan ekspansi Kekaisaran Achaemenid di bawah komando Darius I, yang berhasil menguasai Lembah Indus sekitar tahun 517 atau 516 SM.[8]
Penguasa
Bimbisara
Raja Bimbisara dari dinasti Magadha Haryanka mengunjungi Taman Bambu (Venuvana) di Rajagriha; karya seni dari Sanchi.
Berdasarkan kronologi Mahavamsa, masa pemerintahan Bimbisara berlangsung dari tahun 544 hingga 492 SM. Deskripsi mengenai luas wilayah kekuasaannya terdokumentasi dalam kitab Mahavagga. Raja yang menyandang gelar Seniya ini didukung oleh dewan penasihat yang terdiri dari berbagai latar belakang, termasuk Sona Kolivisa, Sumana (pengumpul bunga), Koliya (menteri), Kumbhaghosaka (bendahara), serta Jīvaka (tabib).[7]
Referensi
Schwartzberg, Joseph E. (1978). A Historical Atlas of South Asia. Chicago: University of Chicago Press. hlm.145, map XIV.1 (a). ISBN0226742210. Diarsipkan dari asli tanggal 5 October 2022. Diakses tanggal 25 March 2021.
↑Schwartzberg, Joseph E. (1978). A Historical Atlas of South Asia. Chicago: University of Chicago Press. hlm.145, map XIV.1 (a). ISBN0226742210. Diarsipkan dari asli tanggal 5 October 2022. Diakses tanggal 25 March 2021.