Udayin, atau yang juga dikenal sebagai Udayabhadra, adalah penguasa Magadha yang diperkirakan berkuasa sekitar tahun 460 SM atau dalam rentang 373–357 SM. Naskah-naskah Buddha dan Jain mencatatnya sebagai putra sekaligus penerus Raja Ajatashatru dari Dinasti Haryanka. Salah satu warisan utamanya adalah pendirian kota Pataliputra di titik pertemuan Sungai Sone dan Sungai Gangga. Karena letaknya yang strategis di tengah kekaisaran, ia kemudian memindahkan ibu kota kerajaan dari Rajagriha ke kota baru tersebut.
Keturunan
Terdapat perbedaan signifikan mengenai garis suksesi Dinasti Haryanka dalam berbagai tradisi. Catatan Buddhis mengurutkan penerus Bimbisara Bimbisara sebagai Ajatashatru, Udayabhadra (Udayin), Anuruddha, Munda, dan Nagadasaka. Sebaliknya, naskah Purana menyisipkan nama Darshaka sebelum Udayin, serta menambahkan Nandivardhana dan Mahanandin di akhir dinasti; Matsya Purana bahkan menyebut Vamsaka sebagai penerus Ajatashatru.[2] Mengingat Purana disusun pada periode yang lebih belakangan, para ahli cenderung lebih mengandalkan kronologi Buddhis, di mana sosok Nagadasaka sering diidentifikasi sama dengan Darshaka. Terlepas dari perbedaan silsilah, tradisi Jain mencatat bahwa Bimbisara, Ajatashatru, dan Udayin merupakan penyokong setia Jainisme.[3]
Dalam kajian historis tahun 1941, Prof. H.C. Seth mengajukan hipotesis yang menyamakan Udayin dengan Raja Udayana dari drama Sanskerta Svapnavasavadatta.[4] Berdasarkan catatan Xuanzang tentang pembangunan vihara di Tiladaka oleh keturunan terakhir Bimbisara, Seth berteori bahwa sosok tersebut adalah Darshaka, sementara Udayin dianggap mendirikan dinasti baru yang ditandai dengan pemindahan ibu kota ke Pataliputra.[5] Namun, hipotesis ini disanggah oleh Liladhar B. Keny (1943). Keny menegaskan bahwa Udayana dalam drama tersebut adalah entitas berbeda, yakni penguasa Kerajaan Vatsa yang berpusat di Kaushambi.[4]
R.G. Bhandarkar memberikan analisis etimologis terhadap nama Darshaka (Dasaka) yang dalam kronik Buddha sering diawali dengan kata 'Naga'. Menurutnya, prefiks ini mengindikasikan afiliasi dengan klan Naga dari Padmavati dan keterpisahan dari garis keturunan Haryanka sebelumnya. Hipotesis ini menyiratkan bahwa Darshaka kemungkinan berasal dari keluarga yang berbeda dan baru naik takhta sekitar tiga generasi pasca-pemerintahan Ajatashatru, bukan sebagai penerus langsungnya.[6]