Derbi Pasundan (bahasa Sunda:ᮓᮨᮁᮘᮤ ᮕᮞᮥᮔ᮪ᮓᮔ᮪code: su is deprecated , translit.Dérbi Pasundan), disebut juga sebagai Derbi Jawa Barat, adalah pertandingan derbysepak bola antara Persib Bandung dan Persikabo 1973, dua klub yang berbasis di Jawa Barat, Indonesia.[1] Nama Derbi Pasundan diambil berdasarkan wilayah geografis dan historis budaya di provinsi yang disebut sebagai Pasundan.[2][3]
Sejarah
Secara historis, kedua tim sangat jarang bertemu di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia karena perbedaan kasta kompetisi. Persib Bandung merupakan kekuatan tradisional sejak Perserikatan, sedangkan Persikabo Bogor lebih sering di kasta kompetisi bawah.[4]
Kemudian, pada Liga 1 2017 klub sepak bola Persikabo Bogor melakukan merger dengan klub sepak bola PS Tira pada 2019 dan membentuk nama baru yaitu PS Tira Persikabo. Pada tahun 2020, Tira Persikabo kembali mengganti namanya menjadi Persikabo 1973 hinga sekarang. Istilah "Derbi Pasundan" baru mencuat secara intensif pada tahun 2019.[5][6]
Pertandingan terkini antara kedua tim terjadi pada Pekan 29 Liga 1 Musim 2023–2024. Persikabo menelan kekalahan 1—3 dari Persib pada pertandingan yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.[8] Pertandingan ini kemungkinan menjadi pertemuan terakhir kedua tim dalam kompetisi liga untuk sementara waktu, dikarenakan Persikabo 1973 telah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 pada musim 2024–25.[9]
Persib memiliki pendukung setia yang bernama Bobotoh. Bobotoh berasal dari bahasa Sunda yang berarti "pendukung". Bobotoh memiliki beberapa sub-suporter, yaitu Flower City Casual (FCC), Viking Persib Club (VPC), La Curva Pasundan, Bomber, dan lain-lain.
Bobotoh Tersebar merata hampir di seluruh wilayah Jawa Barat bahkan memiliki anggota yang cukup banyak di luar Jawa Barat. Bahkan, salah satu sub-suporter Bobotoh, yaitu Viking Persib Club merupakan salah satu kelompok suporter dengan anggota terbanyak di Indonesia.[11]
Bobotoh terkenal cukup loyal dan militan dalam mendukung Persib. Pada pertandingan final Perserikatan antara Persib melawan PSMS Medan di Stadion Gelora Bung Karno bahkan dihadiri oleh 150.000 penonton yang kebanyakan adalah Bobotoh.[12]
Popularitas Persikabo yang kurang tenar di persepakbolaan Indonesia juga menjadi salah satu faktor sebagian warga Bogor yang mendukung tim Persija Jakarta ataupun Persib Bandung yang sudah terlebih dahulu tenar di Indonesia.[13]
Kabomania sendiri didirikan pada tahun 2007 saat Persikabo masih berkompetisi di Divisi Satu Liga Indonesia. Kabomania saat ini diketuai oleh Heri khaeruman yang menggantikan ketua sebelumnya yaitu Muhammad Yusuf Kiat.[14]
UPCS atau singkatan dari Ultras Persikabo Curva Sud adalah suporter Persikabo yang berkultur ultras, ultras merupakan sebuah kultur yang berasal dari Italia. UPCS sendiri menempati tribun selatan di Stadion Pakansari ataupun Stadion Persikabo.
Geografis
Pertandingan ini mempertemukan dua entitas yang mewakili dua wilayah strategis di Jawa Barat:
Persib Bandung: Merepresentasikan kawasan metropolitan Bandung Raya (Cekungan Bandung) yang terletak di wilayah timur-tengah Jawa Barat. Persib bermarkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) atau Stadion Si Jalak Harupat.
Persikabo 1973: Merepresentasikan kawasan Kabupaten Bogor (kawasan megapolitan Jabodetabekjur) yang terletak di wilayah barat laut Jawa Barat. Persikabo bermarkas di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor. Secara spasial, kedua klub ini terpisahkan jarak geografis sekitar 130–150 kilometer.
Koridor penghubung utama mobilitas tim dan suporter antarwilayah ini dilayani oleh jalur tol Trans-Jawa (Tol Purbaleunyi dan Tol Jagorawi).[15]
Latar Belakang Historis Geononim "Pasundan"
Penggunaan nama Pasundan atau Parahyangan memiliki legitimasi historis-geografis yang kuat. Batas kultural kedua klub berada di tanah sub-etnis Sunda. Meskipun Bogor secara administratif berbatasan langsung dengan Jakarta, secara antropologis-geografis, Bogor tetap merupakan bagian integral dari tatar Pasundan bersejarah. Oleh karena itu, laga ini juga kerap diklasifikasikan oleh media nasional sebagai Derbi Jawa Barat atau Derbi Jabar
[16][17][18][19]
Akar Geografis dan Kultural "Tatar Pasundan"
Kultural Sunda yang Unik: Secara sosiologis, kata "Pasundan" atau "Parahyangan" merujuk pada wilayah geografis tradisional yang dihuni oleh sub-etnis Sunda. Meskipun Kabupaten Bogor secara administratif masuk ke dalam aglomerasi megapolitan Jabodetabek (Jakarta Raya), wilayah ini secara antropologis tetaplah tanah Pasundan (bekas ibu kota Kerajaan Pajajaran).
Sentralisasi vs Pinggiran: Persib Bandung bertindak sebagai representasi "Pusat Tatar Pasundan" (Cekungan Bandung) yang secara historis menjadi ibu kota provinsi. Sementara itu, Persikabo 1973 memegang panji "Pasundan Barat" yang menjadi benteng pertahanan budaya Sunda di perbatasan ibu kota negara.[20][21]