Islam
Pada tanggal 27 Februari Kerajaan Arab Saudi melakukan pembatasan sementara kunjungan bagi jamaah umrah yang datang dari negara-negara yang dinilai memiliki risiko tinggi penyebaran virus.[3][4] Pada tanggal 4 Maret aturan pembatasan umrah berikutnya diberlakukan bagi warga negara Saudi Arabia dan para ekspatriat yang menetap di negara tersebut.[5] Aturan pembatasan diperluas dengan pelarangan kegiatan salat harian di Masjidil Haram, Mekah dan Masjid Nabawi, Madinah untuk membatasi penyebaran koronavirus.[6]
Pemimpin Islam yang mengawasi tempat-tempat suci Muslim di Yerusalem mengumumkan penutupan Masjidil Aqsa dan Kubah Shakhrah untuk para jamaah, melaksanakan salat di luar area masjid masih tetap diizinkan.
Di Iran, kementerian kesehatan Iran memerintahkan gubernur Qom (kota suci Syiah) agar "membatasi jumlah peziarah di Makam Fatimah Mahsumah dan tempat-tempat keagamaan lainnya".[7]
Untuk menghindari berkumpulnya banyak orang selama pandemi, penyelenggaraan Sholat Jumat ditiadakan.[8] Para pemimpin agama di Kuwait mengadaptasi seruan azan dengan seruan tambahan agar umat Islam melaksanakan salat dirumah dan menghindari datang ke masjid untuk salat berjamaah.[9] Himbauan yang sama juga datang dari Indonesia, pada tanggal 20 Maret Imam Besar Masjid Istiqlal mengumumkan penutupan masjid tersebut untuk pelaksanaan ibadah shalat Jumat selama dua pekan.[10]
Awal Maret, seorang pria kebangsaan Brunei dikonfirmasi terinfeksi ketika ia kembali kenegaranya dari menghadiri sebuah acara keagamaan yang diselenggarakan oleh kelompok Jamaah Tabligh di Kuala Lumpur, Malaysia pada bulan sebelumnya. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 16.000 orang dari berbagai negara. Satu rangkaian kegiatan serupa yakni Ijtima Ulama Dunia 2020 direncanakan akan dihadiri puluhan ribu orang yang akan diselenggarakan Gowa, Sulawesi Selatan.[11] Penyelenggara acara tersebut akhirnya bersedia untuk membatalkan seluruh rangkaian kegiatan pertemuan mereka.[12] Sementara itu, di tengah kekhawatiran dunia akan merebaknya COVID-19. Puluhan ribu orang berkumpul di Rainpur, Bangladesh, dalam sebuah acara yang dinamakan Khatme Shifa, yang bertujuan untuk pembacaan doa-doa agar negara tersebut terhindar dari pandemi.[13]