Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa atau dengan istilah lain Ketua Dewan Tanfiziah Partai Kebangkitan Bangsa adalah pemimpin tertinggi partai yang dipilih melalui muktamar untuk menjalankan kebijakan dan perencanaan strategis partai. Ketua umum berasal dari kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang kelak bertanggung jawab kepada ketua dewan syura. Secara historis, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) beberapa kali mengalami dualisme kepemimpinan sejak awal abad ke-21. Pertarungan elite dan perbedaan kepentingan turut melatarbelakangi pergantian ketua umum. Bahkan, posisi ketua umum turut diperebutkan meski pemimpin definitif secara legal dan sah memimpin partai.
Berikut adalah daftar Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa.
↑Pada bulan Juli 2001, Matori dinonaktifkan dari jabatannya sebagai ketua umum partai oleh Abdurrahman Wahid selaku ketua dewan syura. Ia tidak serta merta menerima keputusan tersebut dan mengklaim masa jabatannya tetap bertahan hingga pelaksanaan muktamar selanjutnya.[1] Kubu Matori pun melawannya dengan menggelar muktamar luar biasa untuk menetapkan kembali nama Matori sebagai pemimpin partai dengan Abdul Khaliq Ahmad pada 16 Januari 2002.[2] Konflik berakhir ketika kubu Matori dinyatakan tidak berhak menjadi bagian dari fungsionaris PKB oleh pengadilan pada 3 Oktober 2002.[3] Pihaknya pun memutuskan mendirikan partai baru bernama Partai Kejayaan Demokrasi (Pekade).
↑Sejak Oktober 2002, kepemimpinan Alwi dilegitimasi secara hukum memimpin partai hingga muktamar berikutnya.[3]
Nainggolan, Bestian; Wahyu, Yohan, ed. (2016). Partai Politik Indonesia 1999-2019: Konsentrasi dan Dekonsentrasi Kuasa. Yogyakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 978-602-412-005-4.
12"Menang di PN, PKB Alwi Syukuran". Waspada. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 2002-10-05. hlm.9. Diakses tanggal 2025-08-02.
↑"Matori: "Mereka Bingung dan Terpojok"". Waspada. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 2001-07-22. hlm.1. Diakses tanggal 2025-08-03.