Cuaca ekstrem merupakan jenis cuaca yang tidak terduga, tidak biasa, buruk, atau tidak sesuai dengan musimnya. Cuaca ekstrem bisa dikatakan sebagai cuaca pada titik ekstrem bila dilihat dari distribusi historis, di mana kejadian cuaca tersebut kira-kira belum pernah terjadi sebelumnya. Cuaca ekstrem dikategorikan demikian berdasarkan riwayat cuaca di suatu tempat. Beberapa jenis cuaca ekstrem yang umum terjadi meliputi gelombang panas, gelombang dingin, kekeringan, dan peristiwa hujan deras dan badai seperti siklon tropis. Dampak dari cuaca ekstrem dapat berupa bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, serta dampak sosial pada kesehatan manusia dan ekonomi. Salah satu jenis cuaca ekstrem, cuaca buruk, merupakan jenis cuaca yang dapat secara langsung berisiko menelan korban harta dan korban jiwa.
Pola cuaca dalam sebuah wilayah dapat berubah-ubah setiap waktu, dan cuaca ekstrem dapat terjadi sebagian besar akibat variabilitas iklim di Bumi. Sebagai contoh, El Niño–Osilasi Selatan atau Osilasi Atlantik Utara merupakan fenomena iklim yang dapat memengaruhi cuaca di seluruh dunia. Secara umum, cuaca ekstrem tidak mungkin disebabkan oleh satu sebab saja. Namun, beberapa perubahan sistem tertentu dalam sistem cuaca global dapat meningkatkan frekuensi atau intensitas peristiwa cuaca ekstrem.
Perubahan iklim juga dapat membuat cuaca ekstrem lebih sering terjadi dan menimbulkan kerusakan yang lebih parah.[1]:1517 Hal ini dapat dilihat pada seringnya kejadian gelombang panas dan gelombang dingin. Disiplin ilmu atribusi peristiwa ekstrem dapat dimanfaatkan untuk mengkaji kemungkinan penjelasan di balik cuaca ekstrem. Model iklim dapat digunakan untuk membuktikan bahwa kenaikan suhu dapat memperburuk peristiwa cuaca ekstrem di seluruh dunia.
Cuaca ekstrem dapat memiliki dampak besar pada masyarakat dan pada ekosistem. Cuaca ekstrem dapat mengakibatkan hilangnya nyawa, kerusakan pada infrastruktur, dan kerusakan ekosistem. Berbagai aktivitas manusia juga dapat memperburuk dampak dari cuaca ini, seperti perencanaan perkotaan yang buruk, pengrusakan lahan basah, dan membangun pemukiman di daerah ayap.
Definisi
Salah satu cara untuk menilai peristiwa cuaca sebagai cuaca ekstrem adalah dengan memilih peristiwa yang telah melewati batasan parameter tertentu (misalnya intensitas, frekuensi, dampak, dan sebagainya). Ambang batas tersebut akan memisahkan peristiwa yang berada di atas persentil tertentu atau di luar simpangan baku tertentu melewati rata-rata.[2] Dalam studi atribusi peristiwa ekstrem, model iklim akan memproses parameter iklim yang mendasari peristiwa yang dianggap sebagai ekstrem untuk dibandingkan dengan model iklim di mana faktor pendorong iklim akibat manusia dikecualikan.
Cuaca ekstrem didefinisikan sebagai peristiwa cuaca yang tidak biasa yang dianggap ekstrem menurut distribusi histori cuaca di suatu wilayah.[3]:2908Laporan Penilaian Keenam IPCC mendefinisikan cuaca ekstrem sebagai "peristiwa yang jarang terjadi di suatu tempat atau waktu tertentu dalam setahun. Arti dari kata 'langka' bervariasi, tetapi peristiwa cuaca ekstrem biasanya sama langkanya atau lebih langka dari pada peristiwa persentil ke-10 atau ke-90 dari fungsi kepadatan probabilitas yang diperkirakan dari pengamatan".[3]:2908
Sementara itu, Organisasi Meteorologi Dunia mendefinisikan cuaca buruk sebagai semua aspek cuaca yang memiliki risiko korban jiwa, harta, atau memerlukan campur tangan pihak berwenang.[4] Oleh karena itu, cuaca buruk, menrut definisi tersebut, merupakan jenis dari cuaca ekstrem.
↑Lindsey, Rebecca; Herring, Stephanie; Kapnick, Sarah; van der Wahl, Karin (15 December 2016). "Extreme event attribution: the climate versus weather blame game". Climate.gov. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 18 June 2025. See chart of accumulated cyclone energy in the section, "How do experts define an extreme event?"