Di Filipina, amihan merujuk kepada musim yang didominasi oleh angin pasat, yang dikenal di negara tersebut sebagai angin timur laut sejuk.[1] Musim ini ditandai dengan angin yang membuat suhu lingkungan terasa sedang, sedikit atau tidak adanya curah hujan di bagian barat dan tengah Luzon dan Visayas, dan arah angin dari timur ke barat. Di pantai timur Luzon, angin ini memberikan hujan gerimis dan, sering kali, badai. Sementara itu, amihan relatif tidak berdampak pada Mindanao.
Amihan pada umumnya dimulai sekitar pertengahan hingga akhir bulan Oktober atau November dan berakhir sekitar bulan Maret atau awal hingga pertengahan April. Meski demikiana, musim ini dapat mengalami variasi yang lebih luas dari tahun ke tahun.[2] Setelah musim amihan, Filipina akan dilanda monsun barat daya,[1] yang dikenal sebagai habagat. habagat dimulai sekitar pertengahan hingga akhir Mei atau Juni dan berakhir sekitar bulan Oktober. Musim habagat ditandai dengan cuaca panas dan lembap, hujan yang sering melanda dengan curah tinggi, dan angin yang bertiup dari arah barat.
Indikator utama peralihan pola musiman amihan dan habagat adalah perubahan arah angin. Pada sebagian besar tahun, peralihan angin dapat terjadi secara tiba-tiba dan terjadi dalam semalam. Pada beberapa tahun lainnya, terdapat periode peralihan sekitar satu atau dua minggu, di mana angin akan berganti antara pola amihan dan habagat beberapa kali sebelum kembali ke pola yang teah ditentukan musim.