Secara etimologi, istilah bahasa Inggris trade winds berakar dari kosakata abad ke-14 (bahasa Inggris Pertengahan Akhir) yang berarti "jalur" atau "lintasan".[4] Dalam sejarah navigasi, penjelajah Portugis telah memahami pentingnya angin ini bagi pelayaran di Samudra Atlantik sejak awal abad ke-15. Mereka memanfaatkan fenomena tersebut melalui teknik volta do mar (bahasa Portugis untuk "putaran laut" atau "kembali dari laut"). Saat bertolak dari Afrika Barat, para pelaut sengaja mengarahkan kapal jauh ke barat dan barat laut menjauhi daratan utama. Dari posisi tersebut, mereka baru berbelok ke timur laut menuju Kepulauan Azores, lalu mengarah ke timur untuk mencapai daratan Eropa. Pola serupa juga diterapkan untuk menuju Afrika Selatan; kapal harus berlayar memutar ke tengah samudra mendekati Brasil, sebelum akhirnya berbelok kembali ke timur di sekitar garis lintang 30°LS. Rute memutar ini diperlukan karena pelayaran langsung ke selatan dengan menyusuri pesisir Afrika akan tertahan oleh angin sakal di belahan bumi selatan. Sementara itu, sistem sirkulasi angin Samudra Pasifik secara menyeluruh yang memadukan angin pasat timuran dan angin baratan di lintang tinggi baru dipahami oleh bangsa Eropa setelah pelayaran Andrés de Urdaneta pada tahun 1565.
Kapten kapal layar selalu mencari rute pelayaran dengan perkiraan arah angin yang searah dengan tujuan perjalanan. Selama Zaman Pelayaran, pola angin yang dominan membuat berbagai belahan dunia menjadi mudah atau sulit diakses. Oleh karena itu, hal ini berdampak langsung pada pembentukan imperium-imperium Eropa dan turut memengaruhi geografi politik modern. Sebagai contoh, kapal galeon Manila sama sekali tidak dapat berlayar melawan arah angin.
Memasuki abad ke-18, pentingnya angin pasat bagi armada kapal dagang Inggris untuk menyeberangi Samudra Atlantik membuat masyarakat umum dan pakar etimologi mengaitkan nama tersebut dengan makna kata "trade" yang muncul belakangan, yaitu "perdagangan (luar negeri)". Antara tahun 1847 dan 1849, Matthew Fontaine Maury mengumpulkan informasi yang cukup untuk menyusun peta angin dan arus bagi samudra-samudra di dunia.
↑Glossary of Meteorology (2010). "trade winds". American Meteorological Society. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-12-11. Diakses tanggal 2008-09-08.
↑Random House (Firm), ed. (2000). Random House Webster's college dictionary (Edisi 2nd revised and updated Random House ed). New York: Random House. ISBN978-0-375-42560-8.