Badai berpotensi membahayakan nyawa dan harta benda melalui gelombang badai, hujan lebat atau salju yang menyebabkan banjir atau jalan tidak dapat dilalui, petir, kebakaran hutan, dan geser angin vertikal dan horizontal. Sistem dengan curah hujan dan durasi yang signifikan membantu mengurangi kekeringan di tempat-tempat yang dilaluinya. Hujan salju lebat dapat memungkinkan kegiatan rekreasi khusus berlangsung yang tidak mungkin dilakukan sebelumnya, seperti bermain ski dan mobil salju.
Kata dalam bahasa Inggris berasal dari Proto-Jermanik*sturmaz yang berarti "suara, keributan".[2]
Badai terbentuk ketika pusat tekanan rendah terbentuk dengan sistem tekanan tinggi di sekitarnya. Kombinasi kekuatan yang berlawanan ini dapat menciptakan angin dan mengakibatkan terbentuknya awan badai seperti awan kumulonimbus. Daerah bertekanan rendah yang kecil dan terlokalisasi dapat terbentuk dari udara panas yang naik dari tanah yang panas, sehingga mengakibatkan gangguan yang lebih kecil seperti pusaran debu dan angin puting beliung.
Etimologi
Kata "badai" dalam bahasa Indonesia berasal dari kata "வாடை" (vāṭai/vadai) bahasa Tamil. Secara harfiah kata ini punya beberapa makna: angin utara; angin dingin; angin secara umum; asap atau aroma; dan api bawah laut.[3][4]
↑"KBBI-V "badai"". kbbi.kemdikdasmen.go.id. Diakses tanggal 25 Maret 2026.
↑"Storm". Online Etymology Dictionary. Diakses tanggal 5 Februari 2018.
↑"Senarai Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia"(PDF). Repositori Kemdikbud. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1995. hlm.90. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 06 Agustus 2025. Diakses tanggal 09 Agustus 2025.
↑"Tamil Lexicon "வாடை". University of Madrash. Diarsipkan dari asli tanggal 09 Agustus 2025. Diakses tanggal 09 Agustus 2025.