Kehidupan awal dan pendidikan
Chusnunia Chalim dilahirkan di Desa Karang Anom, Kecamatan Waway Karya, Lampung Timur, pada 12 Juli 1982. Ia mengenyam pendidikan di SD Negeri 2 Sumber Rejo (1989–1995) dan SMP Negeri 3 Jabung (1995–1998). Ia pindah ke Kabupaten Jepara untuk menempuh pendidikan di SMA Negeri Mayong (1998–2001). Selain itu, ia pernah menjadi santri Pesantren Al Hidayat di Lasem, Rembang (1995–1998) dan Pesantren Al Ishom di Mayong, Jepara (1998–2001). Usai lulus kuliah di Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)[9] Fakultas Syari'ah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Walisongo Semarang pada tahun 2005, ia pindah ke Jakarta untuk melanjutkan kuliah pasca sarjana. Lulus sarjana, Nunik melanjutkan kuliah dua program magister, yaitu S2 Ilmu Politik Universitas Nasional (lulus 2011)[10] dan S2 Kenotariatan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (lulus 2014).[11] Setelah itu, ia kembali ke kampus untuk melanjutkan jenjang pendidikan S3 di Universitas Malaya, Kuala Lumpur, Malaysia.[12] Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Sang Bumi Rawa Jurai pada 2020.[13]
Karier Politik[14]
Nunik resmi menjadi kader dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah 2004 lalu. Ia langsung dipercaya menjadi Kepala Administrasi dan Keuangan dari Fraksi PKB di DPRD Provinsi Jawa Tengah untuk periode 2004-2005. Setelah itu ia diangkat menjadi staf kepengurusan DPP PKB di Jakarta untuk di tahun 2005-2008.
Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Nunik pernah diperbantukan menjadi staf Khusus Menteri Tenaga Kerja di Kabinet Indonesia Bersatu, yaitu pada tahun 2007. Kala itu ia dipercaya menjadi Koordinator Zona di Kementerian Negara Pembangunan Daerah Tertinggal.
Pada Pileg 2009, Nunik terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014. Kemudian di Pileg 2014 ia kembali terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019, dan bertugas di Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Baru dua tahun menjabat, Nunik dipinang Arinal Djunadi sebagai pendamping di pemilihan umum Gubernur Lampung 2018. Meski ada beberapa pinangan, tetapi ia memilih bersanding dengan Arinal. Alasannya karena memiliki visi yang sama, yaitu sama-sama anak petani yang peduli pada nasib petani dan sektor pertanian.