Karier
Basri mengawali kariernya di Lampung Tengah, menjabat sebagai penasihat hukum pemerintah daerah sejak 10 November 1983. Selama masa jabatannya, ia juga menjabat sebagai pelaksana tugas kepala bagian pelayanan di kantor catatan sipil daerah pada 1 November 1984. Ia kemudian dipindahtugaskan ke Lampung Utara, menjabat sebagai pelaksana tugas kepala bagian kesejahteraan sosial dan pembangunan daerah sejak 27 Desember 1986. Empat tahun kemudian, pada 8 Juni 1990, ia diangkat sebagai camat Sumber Jaya di Lampung Barat.[1]
Tanggung jawab Basri meluas seiring dengan jabatan yang dipegangnya. Ia diangkat sebagai asisten ketiga sekretaris daerah Lampung Barat pada 1 Februari 1995, sebelum menerima promosi kecil sebagai kepala kantor pendapatan daerah Lampung Tengah pada 5 Desember tahun itu. Ia kemudian dikembalikan ke Lampung Utara dan menjabat sebagai kepala badan pengawasan daerah dan sekretaris daerah. Sekitar tahun 1998, ia sempat menjabat sebagai penjabat bupati Lampung Utara selama masa transisi dari Ahmad Gumbira ke Hairi Fasyah.[1]
Setelah bertahun-tahun mengabdi di unit-unit subregional di Lampung, Basri dipindahtugaskan ke pemerintah provinsi Lampung, menjabat sebagai staf ahli gubernur Lampung Syamsurya Ryacudu.[1] Sekitar periode ini, Basri mencalonkan diri sebagai calon bupati Lampung Utara, tetapi ia kalah dengan selisih 1.482 suara dari wakil bupati Zainal Abidin.[2] Setelah gubernur Sjachroedin Zainal Pagaralam terpilih kembali untuk masa jabatan kedua, Pagaralam mengangkat Basri sebagai kepala badan pemberdayaan sosial dan pemerintahan desa pada 3 Juni 2009.[3]
Pada 19 Oktober 2009, Basri menjabat sebagai penjabat Bupati Tulang Bawang Barat menggantikan Syaifullah Sesunan.[4] Pengangkatannya mendapat tentangan dari asosiasi guru Lampung, yang menolak Sesunan diganti karena merasa nyaman dengan kepemimpinannya. Meski demikian, gubernur Zainal Pagaralam tetap bersikeras, dan Basri mulai menjabat lima hari kemudian.[5] Masa jabatannya sempat diperpanjang satu kali, hingga akhirnya ia mengundurkan diri pada tanggal 9 Juni 2011 untuk mengikuti pemilihan kepala daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat.[6] Basri, mencalonkan diri bersama politikus Umar Ahmad,[7][8] didukung oleh Golkar, Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, dan Partai Kebangkitan Bangsa dalam pemilu.[9] Ia memenangkan pemilu dengan perolehan 67.823 suara[7] dan dilantik pada tanggal 14 November 2011.[10]
Beberapa tahun menjabat sebagai bupati, Bachtiar Basri mencalonkan diri dalam pemilihan gubernur Lampung 2014 sebagai calon wakil gubernur untuk mendampingi Muhammad Ridho Ficardo. Pasangan mereka didukung oleh Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera. Sepanjang masa pra-kampanye dan kampanye, pasangan ini menghadapi pengawasan ketat dan kampanye negatif, terutama mengingat usia Ridho Ficardo dan minimnya pengalaman dalam pemerintahan. Meskipun demikian, tekanan ini menempatkan pasangan ini di pusat perhatian publik, yang mungkin berkontribusi pada minat dan empati pemilih. Pasangan tersebut mempertahankan profil tinggi selama fase kampanye melalui penggunaan materi visual yang luas—spanduk, stiker, dan selebaran—yang menyelimuti pusat kota dan menjangkau komunitas pedesaan. Akhirnya, pasangan tersebut memenangkan pemilihan dengan 1.816.533 suara, atau 44,96% dari total suara. Pasangan tersebut dilantik pada tanggal 2 Juni 2014, dan Bachtiar digantikan oleh Umar Ahmad sebagai bupati dua puluh dua hari kemudian.[15] Ia menjabat satu periode dan digantikan oleh Chusnunia Chalim pada 12 Juni 2019.[16][17] Setelah pensiun, Basri memimpin tim kampanye Rahmat Mirzani Djausal dan Jihan Nurlela pada Pemilihan umum Gubernur Lampung 2024.[18]