Chlorokybus adalah genus alga hijau basal multiseluler (berbentuk sarsinoid) yang termasuk dalam kelompok karofit. Genus ini diklasifikasikan sebagai satu-satunya anggota dari famili Chlorokybaceae,[3] yang sekaligus merupakan satu-satunya anggota ordo Chlorokybales,[2] dan selanjutnya menjadi satu-satunya anggota kelas Chlorokybophyceae.[1][6]
Organisme ini tumbuh di permukaan tanah dan batuan,[7] serta tergolong jarang ditemukan.[8]
Deskripsi
Chlorokybus merupakan mikroalga yang membentuk koloni sarsinoid berupa paket kubik berisi dua hingga delapan sel. Setiap sel memiliki satu kloroplas yang di dalamnya terdapat pirenid pusat yang dikelilingi oleh butiran pati, serta sebuah pirenid tambahan (disebut pseudopirenid) di tepi kloroplas yang tidak dikelilingi oleh butiran pati. Paket sel yang telah matang menghasilkan lapisan lendir (mukilago) yang menyelubungi seluruh koloni.[7]
Chlorokybus bereproduksi secara aseksual melalui pembentukan autospor. Autospor ini dapat berdiferensiasi menjadi zoospor yang memiliki dua flagela. Zoospor tersebut dapat membentuk koloni hingga 32 sel. Setelah berenang ke lokasi baru, zoospor menetap, menarik flagelanya, dan berkembang menjadi sel vegetatif baru.[7]
Taksonomi
Chlorokybus atmophyticus dahulu dianggap sebagai satu-satunya spesies dalam genus ini.[8] Namun, penelitian tahun 2021 menunjukkan adanya sedikitnya empat spesies lain yang secara morfologi tampak serupa, tetapi memiliki perbedaan genomik yang dalam, menandakan pemisahan evolusi yang mungkin telah terjadi sekitar 76 juta tahun yang lalu. Spesies-spesies Chlorokybus ditemukan di kawasan Eurasia, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.[7]
Chlorokybus kemudian ditempatkan dalam kelas, ordo, dan famili baru. Kelas Chlorokybophyceae menempati posisi basal dalam filogeni karofit.[7]
123456Irisarri, Iker; Darienko, Tatyana; Pröschold, Thomas; Fürst-Jansen, Janine M. R.; Jamy, Mahwash & de Vries, Jan (2021). "Unexpected cryptic species among streptophyte algae most distant to land plants". Proceedings of the Royal Society B: Biological Sciences. 288 (1963) 20212168. doi:10.1098/rspb.2021.2168. PMC8611356. PMID34814752.