Kandungan dan manfaat
Chlorella sering dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional dan produk farmasi karena mengandung komponen yang menunjang kesehatan tubuh. Hal ini dikarenakan Chlorella memiliki komponen lemak tak jenuh ganda, komponen fenolik, komponen volatil, sterol, protein, asam amino dan peptida, vitamin , polisakarida, pigmen (beta karoten), dan serat pangan.[9]
Komponen lemak jenuh tak ganda yang terkandung dalam Chlorella antara lain asam eikosapentanoat (EPA), asam dokosaheksaenoat (DHA), asam arakidonat (ARA), dan asam linolenat gamma (GLA), di mana digunakan sebagai suplemen makanan. EPA memiliki peran dalam menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.[9]
Chlorella juga mengandung komponen fenolik, antara lain floroglusinol, asam p-kumarat, asam ferulat, dan apigenin. Zat-zat ini berperan sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas, sehingga dimanfaatkan sebagai suplemen diet.[9]
Selain itu, Chlorella juga mengandung komponen volatil seperti alkana, alkena, alkohol alifatik, aldehida, ester, keton, tioester, hidrokuinon terbrominasi, hidrokoinon terisoprenilasi, dan terpena. Zat-zat ini penting untuk antibakteri, antijamur, antiviral, dan antikanker.[9]
Chlorella juga mengandung komponen sterol seperti fitosterol, ergosterol, dan 7-dehidroporiferasterol,. Fitosterol sendiri memiliki peran dalam perawatan penyakit jantung koroner, antiinflamasi, antihiperkolesterol, antikanker, dan antidiabetes.[9]
Vitamin yang terdapat pada Chlorella di antaranya vitamin A, C, K, E, B1, B2, B3, B5, B6, B9, B12. Vitamin ini berguna sebagai antioksidan, antikanker, antidiabetes, antitumor, dan lain-lain, sehingga sering dimanfaatkan sebagai suplemen makanan.[9]
Adapun zat-zat lain seperti polisakarida (immulina dan immurela), protein, pigmen (beta-karoten dan tokoferol), dan lain-lain berguna bagi kesehatan tubuh seperti antikanker, antiinflamasi, antioksidan, imunomodulator, dan lain-lain.[9]