Cecak-batu minang (Cnemaspis minang) adalah sejenis cecak batu yang menyebar terbatas (endemik) di Sumatera Barat, Indonesia.[3] Sejauh ini hewan ini hanya ditemukan di sekitar Kota Padang, Sumatera Barat.[1]
Etimologi
Nama spesiesnya (minang) diambil dari nama daerah tempat jenis ini ditemukan (Minangkabau); yang merupakan penggabungan dari kata "minang" (yang berarti menang, kemenangan) dan "kabau" (kerbau).[2]:148
Spesimen tipe
Holotipe adalah hewan jantan, dengan panjang tubuh SVL (snout-vent length) 31,3 mm; dikoleksi dari Lembah Solok dekat Indarung, Padang, dan disimpan di Museum Zoologi Bogor dengan nomor MZB 13002.[2]:147
Ekologi dan konservasi
Cecak ini ditemukan di rekahan batang pohon di hutan hujanprimer di tepian Sungai Tarusan.[2]:148
Populasinya terancam kepunahan akibat habitatnya yang terus menyusut. Hutan di lembah yang menjadi tempat hidup cecak-batu minang terus berkurang oleh karena kegiatan penambangan batu kapur yang dilakukan oleh sebuah pabrik semen besar dekat situ. Wilayah ini, karena tidak begitu jauh dari Kota Padang, kemungkinan akan terancam pula oleh kegiatan pembangunan dan perluasan kota. Oleh sebab itu, Daftar Merah IUCN memasukkan cecak ini ke dalam kategori Kritis (CR, Critically Endangered).[1]
1234Iskandar, D.T., J.A. McGuire & A.A.Thasun Amarasinghe. (2017) "Description of five new day geckos of Cnemaspis kandiana group (Sauria: Gekkonidae) from Sumatra and Mentawai Archipelago, Indonesia". Journal of Herpetology, 51(1): 142–153. DOI: https://dx.doi.org/10.1670/15-047 (salinan di laman ResearchGate, pada 26 Februari 2024)
↑"Cnemaspis minang". The Reptile Database. Diakses tanggal 26 Februari 2024.