Saninten atau Castanopsis argentea (bahasa Inggris:Sweet Chestnutcode: en is deprecated ) adalah tumbuhan pohon asli Indonesia yang mendapat julukan "RambutanHutan" yang saat ini sudah cukup langka keberadaannya.[2] Penyebutan pohon rambutan hutan pada tumbuhan ini disebabkan bentuk tampilan daun dan buahnya yang menyerupai rambutan, yaitu kulit luar buahnya memiliki duri-duri halus dan berbentuk bulat menyerupai rambutan.[3] Tumbuhan ini juga memiliki sebutan lain, yaitu berangan atau sarangan[4]
Sebaran
Sebagai tumbuhan asli Indonesia, pohon saninten secara umum tumbuh dan menyebar di wilayah Sumatra dan Jawa.[2] Habitat utamanya berada di hutan-hutan wilayah perbukitan dan pegunungan dengan ketinggian 150–1750mdpl. Saat ini pohon saninten bisa ditemukan di lingkungan yang masih belum banyak terganggu oleh aktivitas manusia, seperti daerah Cagar Alam/Taman Nasional di wilayah Gunung Gede dan Gunung Halimun di Jawa Barat.[4]
Keberadaan pohon ini masuk ke dalam kategori langka dan hampir punah, dengan status (EN). Di wilayah dataran rendah–menengah Sumatra, pohon ini telah dinyatakan punah akibat dari pembukaan lahan perkebunankelapa sawit secara besar-besaran.[1]
Pemanfaatan
Biji saninten biasanya diolah secara sederhana dengan cara perebusan, pemanggangan, atau disangrai untuk dijadikan hidangan camilan mahal karena memiliki cita rasa yang unik, wangi serta rasa manis gurih dan empuk.[3][4][5] Selain bijinya, pohon saninten juga dapat dimanfaatkan batangnya untuk diambil kayunya.[5]
12Sutirya, Yaya (30 September 2018). "Saninten Riwayatmu Kini". menlhk.go.id. Balai Taman Nasional Gunung Ceremai (BTNGC). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-08-10. Diakses tanggal 25 April 2022.