Castanea crenata atau yang dikenal juga sebagai kastanya jepang atau kastanya korea, adalah spesies kastanya asli dari Jepang dan Korea. Pohon ini tahan terhadap Phytophthora cinnamomi, jamur penyebab penyakit tinta pada beberapa spesies Castanea. Ketahanan Castanea crenata terhadap patogen ini kemungkinan terkait dengan ekspresi gen tertentu, seperti Cast_Gnk2.[2][3][4]
Deskripsi
Castanea crenata adalah pohon gugur berukuran kecil hingga sedang yang umumnya tumbuh mencapai tinggi 10–15 meter (30–50 kaki). Daunnya menyerupai daun kastanya eropa, tetapi biasanya sedikit lebih kecil, dengan panjang 8–19 cm dan lebar 3–5 cm, berwarna hijau gelap dan memiliki tepi bergerigi halus. Bunga pohon ini bersifat monoik, muncul dalam tandan panjang 7–20 cm yang tegak, dengan bunga jantan terletak di bagian atas dan bunga betina di bagian bawah. Mekar bunga terjadi pada musim panas, dan pada musim gugur bunga betina berkembang menjadi kopula berduri yang masing-masing berisi 3–7 biji coklat yang matang dan jatuh di bulan Oktober.[5]
Taksonomi
Nama ilmiah Castanea crenata Siebold & Zucc. pertama kali diterbitkan pada tahun 1846, dengan otoritas “Siebold & Zucc.” merujuk pada dua botanis Jerman, Philipp Franz von Siebold dan Joseph Gerhard Zuccarini, yang banyak meneliti flora Jepang. Spesies ini memiliki sekitar 54 sinonim menurut database dari Plants of the World Online, termasuk variasi dan nama lain seperti Castanea japonica. Nama spesifiknya, yaitu crenata berasal dari kata bahasa Latincrenatus, yang berarti “berlekuk” atau “bergelombang” yang menggambarkan tepi daun C. crenata yang bergerigi.[6][7]
Kegunaan
Castanea crenata merupakan pohon yang penting di Jepang dan Korea karena menghasilkan kacang manis yang berukuran besar dan dapat dikonsumsi. Berbagai kultivar telah dikembangkan khusus untuk mendapatkan kacang berukuran besar. Selain itu, pohon ini juga banyak dibudidayakan di Tiongkok timur dan Taiwan. Castanea crenata memiliki ketahanan terhadap hawar kastanya dan penyakit tinta, sehingga menjadi sangat berperan dalam program pengembangan hibrida tahan penyakit dan rekayasa genetika untuk kastanya amerika, yang rentan terhadap kedua penyakit jamur tersebut.[8]